Pedagang asal Kendari Ditemukan Tewas di Morowali, Polisi: Korban Pembunuhan Berencana

20 hours ago 9

Kendari – Misteri hilangnya seorang pedagang keliling asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya terungkap. Korban bernama Saifullah (58) ternyata menjadi korban pembunuhan berencana yang diduga dilakukan dua orang dekatnya sendiri.

Kasus tersebut berhasil diungkap Satreskrim Polres Konawe Utara (Konut) setelah melakukan penyelidikan intensif sejak laporan kehilangan diterima dari pihak keluarga. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak pertengahan April 2026 dan tidak lagi bisa dihubungi.

Namun, kakak kandung korban, Arfa (59), baru melaporkan hilangnya Saifullah itu ke SPKT Polres Konut pada Sabtu (2/5). Keluarga mulai curiga setelah mobil Wuling putih yang biasa digunakan korban untuk berjualan rokok ditemukan terlantar di lahan kosong di Desa Tabo Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Saat ditemukan, kondisi mobil dalam keadaan berantakan dengan kunci masih tergantung di dalam kendaraan. Namun korban tidak ditemukan di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Konut, Abdul Azis Husein Lubis, mengatakan penyelidikan kemudian mengarah kepada dua pria bernama Dimas dan Ifan. Keduanya diketahui sempat bersama korban saat berjualan di Pasar Lameruru pada Jumat (17/4).

“Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban terlihat meninggalkan penginapan pada Sabtu subuh bersama kedua terduga pelaku menggunakan mobil jualan tersebut,” ujar Abdul Azis, Rabu (6/5).

Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kecamatan Langgikima. Dimas lebih dulu ditangkap dan sempat memberikan keterangan berbelit sebelum akhirnya mengakui telah membunuh korban bersama rekannya, Ifan.

Dari hasil pemeriksaan, pembunuhan tersebut diduga sudah direncanakan sejak korban mengambil stok rokok senilai Rp131 juta dari sebuah toko di Andowia. Aksi itu dilakukan pada Minggu (19/4) di wilayah Puncak Desa Tetewatu.

Saat kejadian, korban berada di dalam mobil bersama kedua pelaku. Polisi menyebut korban dicekik dan dipukul hingga tewas sebelum jasadnya dibuang dari atas Jembatan Meseu, Kecamatan Wiwirano.

“Korban dibuang dari atas jembatan untuk menghilangkan jejak,” katanya.

Setelah membunuh korban, kedua pelaku membawa kabur uang tunai Rp30 juta dan satu dus rokok milik korban. Mobil korban kemudian dibawa ke Bahodopi dan ditinggalkan begitu saja sebelum keduanya melarikan diri ke wilayah Morosi.

Polisi akhirnya berhasil menangkap Ifan di wilayah Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra, pada Senin (4/5), sekitar pukul 03.00 Wita. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti termasuk mobil Wuling milik korban yang menggunakan nomor polisi palsu DT 8760 EH.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Polres Konut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif ekonomi serta unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan tersebut.

Post Views: 1

Read Entire Article
Rapat | | | |