Delegasi UCLG Aspac Tanam Pohon Endemik di Kebun Raya Kendari, Kolaborasi Hijau Asia Pasifik

1 day ago 9

Kendari – Delegasi dari berbagai negara peserta United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG Aspac) 2026 menanam puluhan pohon endemik Sulawesi Tenggara (Sultra) di kawasan Kebun Raya Kendari, Kamis (7/5/2026). Kegiatan bertajuk Tree Plantation and Groundbreaking of Kendari Sculpture itu menjadi simbol kolaborasi global dalam menjaga lingkungan dan menghadapi ancaman perubahan iklim.

Di tengah padatnya agenda forum internasional, para delegasi tampak turun langsung ke area penanaman bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Momentum tersebut menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian dalam rangkaian UCLG Aspac 2026 di Kota Kendari.

Sebanyak 60 pohon ditanam di area Kebun Raya Kendari. Pohon yang dipilih pun bukan tanaman biasa. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kendari menghadirkan sejumlah tanaman endemik Sultra yang mulai langka dan terancam punah, seperti pohon singi, ruruhi, eha, hingga beberapa jenis tanaman lokal lainnya.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menanam pohon di Kebun Raya Kendari sebagai rangkaian kegiatan UCLG Aspac 2026.Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menanam pohon di Kebun Raya Kendari sebagai rangkaian kegiatan UCLG Aspac 2026. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (7/5/2026).

Kegiatan penghijauan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana Kota Kendari mulai memosisikan diri bukan hanya sebagai tuan rumah forum internasional, tetapi juga sebagai kota yang ikut mendorong isu pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di kawasan Asia Pasifik.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, penanaman pohon tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian bersama terhadap persoalan perubahan iklim yang kini dihadapi hampir seluruh kota di dunia.

“Sebagai tuan rumah kegiatan internasional ini, Kota Kendari berkomitmen untuk terus memajukan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan,” ujar Siska dalam sambutannya.

Menurut Siska, keberadaan Kebun Raya Kendari memiliki posisi penting bagi daerah karena tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga berfungsi sebagai pusat konservasi keanekaragaman hayati.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menandatangani prasasti kegiatan UCLG Aspac di Kebun Raya Kendari.Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menandatangani prasasti kegiatan UCLG Aspac di Kebun Raya Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (7/5/2026).

Ia menilai, keterlibatan langsung para delegasi internasional dalam kegiatan penanaman pohon menjadi simbol kuat persahabatan global sekaligus tanggung jawab bersama menjaga bumi tetap lestari.

“Partisipasi para delegasi dalam menanam pohon hari ini menjadi simbol persahabatan global dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan bumi,” katanya.

Di sisi lain, agenda penanaman pohon tersebut juga menjadi pesan bahwa isu lingkungan kini makin mendapat perhatian serius dari kota-kota dunia. Tidak hanya dibahas dalam forum diskusi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Delegasi internasional UCLG Aspac saat hadir di Kebun Raya Kendari.Delegasi internasional UCLG Aspac saat hadir di Kebun Raya Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (7/5/2026).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) UCLG Aspac, Bernadia Irawati Tjandradewi menegaskan, kegiatan penghijauan selalu menjadi bagian penting dalam setiap agenda UCLG Aspac di berbagai negara.

“Di setiap kegiatan UCLG kami selalu menanam pohon. Karena ini hal yang mudah tetapi sangat penting. Saat ini kita menghadapi persoalan karbon dan penanaman pohon bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan planet kita,” jelas Bernadia.

Ia menambahkan dunia saat ini membutuhkan lebih banyak ruang hijau demi menjaga kualitas udara dan mempertahankan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Kita membutuhkan udara segar bukan hanya untuk manusia, tetapi untuk seluruh kehidupan,” tambahnya.

Menurutnya, UCLG Aspac terus mendorong kota-kota di kawasan Asia Pasifik agar makin serius menjadikan isu lingkungan sebagai bagian penting dalam arah pembangunan daerah masing-masing.

Sementara itu, Kepala DLHK Kendari, Erlis Sadia Kencana mengungkapkan, dari total 60 pohon yang ditanam, sebanyak 41 di antaranya ditanam langsung oleh delegasi negara peserta UCLG Aspac, sedangkan sisanya melibatkan unsur Forkopimda.

“Tanaman yang ditanam ada empat jenis endemik Sultra, seperti pohon singi, ruruhi, eha, dan beberapa tanaman lain yang sudah mulai langka,” ungkap Erlis.

Ia menjelaskan, pemilihan tanaman endemik dilakukan sebagai upaya memperkenalkan kekayaan hayati Sultra kepada dunia internasional sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga spesies lokal yang mulai sulit ditemukan.

“Setiap kegiatan seperti ini bertujuan agar kita selalu ingat pentingnya menjaga kelestarian alam dan membentuk kembali ekosistem yang mulai hilang,” jelasnya.

Kegiatan penanaman pohon di Kebun Raya Kendari menjadi salah satu potret bagaimana forum internasional tak lagi hanya identik dengan rapat dan diskusi formal. Di Kota Kendari, para delegasi dunia justru meninggalkan jejak hijau melalui pohon-pohon yang ditanam bersama.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan berkurangnya ruang hijau di berbagai kota dunia, langkah sederhana tersebut menjadi pesan kuat bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama.

Post Views: 38

Read Entire Article
Rapat | | | |