Kolaka – Dugaan masuknya tenaga kerja asing (TKA) asal Cina secara terus-menerus di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), memicu kemarahan warga dan pekerja lokal, Sabtu (16/5/2026).
Kemarahan itu mencuat setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah warga negara asing (WNA) diduga baru tiba dari Bandara Tanggetada dan berjalan menuju kawasan industri PT IPIP di Kecamatan Pomalaa.
Video tersebut direkam seorang warga dengan nada kecewa dan penuh kritik terhadap kondisi yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat lokal. Perekam menyebut kedatangan TKA Cina terjadi hampir setiap hari, sementara banyak tenaga kerja lokal masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Sejumlah tenaga kerja asing (TKA) Cina yang berdatangan di PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) yang berada di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.“Inilah Cina, tiap hari masuk Cina. Ini dari Bandara Tanggetada ini pak ketua, pak wakil. Tiap hari Cina datang,” ujar perekam dalam video tersebut, Sabtu (16/5).
Narasi dalam rekaman itu menyoroti dugaan ketimpangan kesempatan kerja di kawasan industri strategis tersebut. Warga menilai, TKA justru lebih diprioritaskan dibanding masyarakat lokal yang selama ini berharap bisa bekerja di perusahaan tambang dan smelter di wilayah mereka sendiri.
“Dia kerja di IPIP sementara kita orang lokal disuruh menunggu terus. Orang Cina semua baru datang dari bandara, jalan kaki semua,” lanjutnya.
Perekam bahkan secara terang-terangan menuding adanya keberpihakan terhadap TKA. Ia menyebut masyarakat lokal seperti dipinggirkan di daerah sendiri meski kawasan industri berdiri di tanah Sultra.
“Ini Cina semua diutamakan, sementara kita di Indonesia tidak dikasi kerja. Tiap hari datang orang Cina, baru kita orang lokal tidak dikasih kerja,” katanya lagi.
Viralnya video tersebut kini memicu sorotan publik terhadap sistem rekrutmen tenaga kerja di kawasan PT IPIP. Warga mendesak pemerintah daerah, instansi ketenagakerjaan, hingga pihak imigrasi turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap keberadaan dan masuknya TKA di kawasan industri itu.
Masyarakat juga meminta perusahaan membuka secara transparan jumlah TKA yang bekerja di PT IPIP serta memastikan pekerja lokal mendapat prioritas utama sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT IPIP belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya video dan tudingan warga tersebut.
Post Views: 37

2 hours ago
4













































