Pascabanjir, Pemkot Kendari Pastikan 5,5 Ton Padi Siap Dipanen di Persawahan Amohalo

15 hours ago 7

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memastikan produksi padi di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tetap berjalan meski sebelumnya sempat terdampak banjir. Pascasurutnya genangan air, sebanyak 5,5 ton padi kini disiapkan untuk dipanen pada musim tanam pertama tahun ini.

Panen padi tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, di kawasan persawahan Amohalo, Sabtu (16/5/2026) sore. Dalam kegiatan itu, keduanya turut melakukan panen simbolis bersama para petani setempat.

Selain panen raya, pemerintah juga menyalurkan bantuan pupuk dan benih padi kepada kelompok tani yang sebelumnya terdampak banjir di wilayah tersebut. Bantuan itu diberikan sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian agar produksi pangan di Kota Kendari tetap terjaga.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat ikut melakukan panen padi di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat ikut melakukan panen padi di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (16/5/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan kondisi sawah di kawasan Amohalo mulai membaik setelah banjir yang merendam area tersebut beberapa waktu lalu berangsur surut.

“Jadi petani yang terdampak banjir kemarin hari ini kita lakukan panen pada kawasan sawah di Amohalo ini. Tadi kami sudah melakukan panen secara simbolis,” ujar Siska.

Ia menerangkan, hasil panen yang akan diproduksi dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai 5,5 ton padi. Menurutnya, kondisi itu menjadi kabar baik bagi para petani setelah sempat khawatir gagal panen akibat banjir.

“Jadi nantinya itu akan ada 5,5 ton padi yang akan kita panen. Dan alhamdulillah kawasan persawahan yang kemarin terdampak banjir itu sudah surut,” katanya.

Kondisi padi siap panen di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.Kondisi padi siap panen di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (16/5/2026).

Meski demikian, Siska mengakui masih ada sebagian lahan yang tergenang air. Pemerintah berharap genangan di area tersebut dapat segera surut sehingga petani bisa kembali melakukan aktivitas pertanian secara normal.

“Semoga saja lahan sawah yang masih terendam banjir semoga cepat surut,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Kendari, total potensi lahan pertanian di kawasan tersebut mencapai sekitar 320 hektare. Namun akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu, sekitar 151 hektare sawah terdampak dan 73 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen.

Hamparan padi siap panen di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.Hamparan padi siap panen di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (16/5/2026).

Meski demikian, pemerintah memastikan mayoritas area persawahan masih dapat diselamatkan dan kembali dipanen pada musim tanam pertama tahun ini. Saat ini, sekitar 247 hektare sawah dilaporkan dalam kondisi siap panen setelah air mulai surut dari area pertanian.

Banjir yang sebelumnya merendam kawasan persawahan Baruga sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan di Kota Kendari. Sebab, wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan penopang produksi padi bagi masyarakat setempat.

Karena itu, pemerintah daerah mempercepat penanganan pascabanjir, termasuk pemulihan lahan pertanian dan distribusi bantuan kepada petani terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan sekaligus membantu petani bangkit setelah terdampak bencana.

Petani Terdampak Banjir di Sultra Dapat Bantuan Benih untuk 2.000 Hektare dan 25 Mesin Pertanian dari Mentan Amran

Post Views: 11

Read Entire Article
Rapat | | | |