Rusak Bertahun-tahun, Jembatan di Kaledupa Wakatobi Belum Tersentuh Perbaikan

16 hours ago 9

Wakatobi – Jembatan permukiman masyarakat suku Bajo di Desa Horuo, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah bertahun-tahun belum tersentuh perbaikan. Jembatan rusak bikin anak-anak suku Bajo yang melintas jatuh ke laut.

Struktur papan jembatan di atas laut itu mulai rapuh dan tersusun tak rata. Permukaan jembatan tampak berlubang dan hanya disambung menggunakan batang kayu yang diikat menyatu dengan tali.

Pemuda Horuo, Ihwal, mengatakan kerusakan hingga kini belum mendapat perhatian pemerintah. Ia menilai jembatan tidak layak dan membutuhkan perbaikan segera. Pada titik lain, permukaan jembatan bahkan hanya disambung dengan sebuah papan.

Jembatan permukiman suku Bajo di Desa Horuo, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).Jembatan permukiman suku Bajo di Desa Horuo, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

“Sampai sekarang tidak pernah diperhatikan pemerintah. Masih begini. Belum ada (perbaikan),” ujar Ihwal kepada Kendariinfo, Sabtu (16/5/2026).

Kepala Desa (Kades) Horuo, Bambang Muliadi, menyampaikan jembatan diperkirakan rusak sejak 2014. Kerusakan terjadi di dua dusun, yakni Mantigola 1 dan Mantigola 2.

“Dari tahun 2014 (mulai rusak). Ada dua dusun Desa Horuo, Dusun Mantigola 1 dan Dusun Mantigola 2 yang ada di laut. Perumahan Bajo Horuo Laut,” ungkap Bambang kepada Kendariinfo, Minggu (17/5).

Dia menyebut jembatan membutuhkan pembangunan ulang. Namun, menurut Bambang, anggaran desa menjadi kendala utama proses perbaikan.

“Saya tidak bisa intervensi banyak dengan kondisi anggaran. Ada juga bantuan tahun kemarin dari daerah cuma 60 meter. Tahun ini 50 meter dan ditambah lagi bangunan dari desa anggaran dana desa. Wilayah saya luas, jadi harus saya bagi anggarannya,” jelas Bambang.

Bambang mengungkapkan jembatan sempat menyebabkan anak sekolah jatuh ke laut. Sebagai tindak lanjut, ia telah mengajukan proposal perbaikan kepada pemerintah daerah.

“Kondisi jembatan sekarang sangat memprihatinkan. Kadang menimbulkan korban, terutama anak sekolah. Dokumentasi jembatan sudah saya buatkan proposal ke daerah tahun ini. Semoga ada jawaban secepatnya dari daerah,” pungkasnya.

Post Views: 0

Read Entire Article
Rapat | | | |