Kolaka – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka dan Badan Gizi Nasional (BGN) diduga menutupi hasil uji laboratorium menu makan bergizi gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga.
Menu MBG dari SPPG tersebut diduga menjadi penyebab sejumlah siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengalami gejala keracunan.
Pasalnya, saat dimintai keterangan terkait hasil laboratorium yang telah dikeluarkan oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sejak Rabu (13/5/2026), Kepala Dinkes Kolaka, Sri Raoda Buna, tidak bisa memberikan jawaban dengan alasan tidak bisa membaca hasil uji laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka, Sri Raoda Buna. Foto: Istimewa.“Saya tidak bisa baca hasil uji lab saya, karena saya bukan orang kesehatan,” ujarnya kepada Kendariinfo saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Kamis (21/5/2026).
Ia mengaku tidak memahami isi hasil uji laboratorium tersebut karena terdapat banyak istilah teknis. Karena itu, dirinya menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak BGN.
“Saya kan bukan orang kesehatan tetapi ditugaskan menjadi kadis kesehatan. Itu kan lab laboratorium banyak, banyak, bahasa kesehatan, mikrobiologi lah, apa lah dan sebagainya, saya tidak mengerti itu,” ucapnya.
Terlebih kata dia, hasil uji laboratorium tersebut telah diserahkan kepada SPPG Watubangga, Koordinator SPPG Kabupaten Kolaka, dan Puskesmas Watubangga.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Sultra, Maharanny Puspaningrum. Foto: La Ode Muhammad Ismail/Kendariinfo. (17/2/2026).Saat dikonfirmasi pada Kamis (14/5), Koordinator SPPG Regional Sultra, Maharanny Puspaningrum, menyampaikan bahwa pihaknya masih akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan BPOM Kendari.
“Untuk hasil labnya kami masih koordinasi dengan BPOM,” ungkapnya.
Namun sampai pada Kamis (21/5) ketika Kendariinfo melakukan konfirmasi kembali, sampai ditayangkannya berita ini, Maharanny belum memberikan respons terkait perkembangan koordinasinya tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 orang siswa SDN 3 Watubangga dilarikan ke Puskesmas Watubangga akibat diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG yang disajikan oleh SPPG Watubangga pada Sabtu (9/5).
Dampaknya para siswa mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Watubangga sekitar pukul 10.30 Wita di hari itu juga.
Namun setelah menjalani perawatan medis sekitar beberapa jam, para siswa kembali pulih dalam kondisi stabil. Sehingga pihak puskemas mengizinkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
Adapun menu yang disajikan saat itu, di antaranya nasi putih, tahu, ayam, sayur pepaya, dan buah anggur. Saat dilakukan pengambilan sampel oleh pihak Puskesmas Watubangga, ditemukan menu ayam yang sudah dalam kondisi tidak layak (busuk).
Belasan Siswa SD di Kolaka Keracunan Massal Setelah Konsumsi MBG
Post Views: 44

4 hours ago
1














































