Kendari – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari menargetkan pembangunan tambahan tanggul banjir sepanjang sekitar 700 meter di kawasan Sungai Wanggu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tuntas pada 2026.
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, mengatakan pembangunan tanggul itu difokuskan di sejumlah titik yang belum tersambung di kawasan Kelurahan Lepolepo hingga sekitar jembatan Sungai Wanggu.
“Untuk titik-titik tanggulnya itu kurang lebih total 700 meter, tapi tersebar di beberapa titik,” kata Muhammad Harliansyah saat diwawancarai awak media, Rabu (20/5/2026).
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (20/5/2026).Ia menjelaskan, Kota Kendari secara geografis dilintasi Sungai Wanggu yang bermuara langsung ke Teluk Kendari. Kondisi tersebut membuat permukaan air sungai dapat meningkat ketika terjadi pasang maupun tingginya debit air dari hulu sungai.
Menurutnya, pembangunan tanggul pengendali banjir di Sungai Wanggu sebenarnya telah dilakukan sejak 2014 melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan BWS Sulawesi IV Kendari.
“Kalau tidak salah sekitar 30 kilometer tanggul yang sudah dibangun. Harapannya dengan tanggul itu tidak terjadi lagi luapan air,” ujarnya.
Namun, banjir yang sempat menggenangi sejumlah kawasan di Kota Kendari beberapa waktu lalu disebut dipicu oleh masih adanya titik tanggul yang belum rampung dibangun, khususnya di sekitar jembatan Kelurahan Lepolepo.
“Nah dari situlah banjir kemudian menggenangi kawasan di Kota Kendari,” jelasnya.
Selain menyambungkan tanggul yang belum terhubung, BWS juga berencana meninggikan sejumlah bagian tanggul yang dinilai masih rendah. Tanggul yang akan dibangun nantinya memiliki tinggi sekitar tiga meter.
Harliansyah menyebut dua titik utama yang menjadi fokus pengerjaan berada di muara Sungai Wanggu wilayah Lepolepo serta di sisi kanan sungai yang berdekatan dengan jembatan.
Ia menambahkan, pembangunan tanggul membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama terkait penyediaan lahan dan relokasi warga terdampak.
“Harapannya lahan bisa disiapkan pemerintah daerah sehingga kami fokus pada konstruksinya saja,” katanya.
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, terdapat sekitar 10 rumah warga yang berpotensi terdampak dan perlu direlokasi untuk mendukung pembangunan tanggul tersebut.
“Untuk pembebasan lahan menjadi bagian pemerintah kota, sementara kami fokus pada pekerjaan konstruksi,” tutupnya.
Tanggul 50 Meter Segera Dibangun di Kali Wanggu, Pemkot Kendari Libatkan Pemerintah Pusat
Pemkot Kendari Segera Petakan Area Pembangunan Tanggul di Bantaran Kali Wanggu
Post Views: 16

17 hours ago
10














































