Pantauan Minyak Goreng di Pasar Mandonga Kendari, Stok Mulai Tersedia Tapi Harga Naik

8 hours ago 7

Kendari – Stok minyak goreng di Pasar Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai kembali tersedia setelah sempat langka dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kemunculan stok baru itu diikuti lonjakan harga yang cukup signifikan.

Dari pantauan Kendariinfo, Sabtu (23/5/2026), sekitar pukul 16.30 Wita, sejumlah kios di pasar tersebut mulai menjual minyak goreng kemasan seliter hingga jerigen lima liter. Meski begitu, stok yang tersedia belum sepenuhnya normal.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku, minyak goreng yang dijual saat ini didatangkan dari luar daerah. Ia menyebut pasokan memang sempat menipis bahkan cenderung langka dalam beberapa pekan terakhir.

“Ada, tapi harganya naik,” katanya singkat.

Kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh merek minyak goreng. Untuk merek Barokah ukuran lima liter dijual Rp130 ribu. Sementara Bimoli ukuran dua liter yang sebelumnya dijual sekitar Rp45 ribu kini naik menjadi Rp58 ribu.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Kendari, Saldy, mengatakan stok minyak goreng sebenarnya mulai kembali masuk ke pasar. Distributor juga bahkan telah kembali melakukan distribusi.

“Stok minyak kalau di pasar itu sudah mulai ada, dari distributor juga sudah mulai distribusi. Meski begitu kami masih akan lakukan koordinasi lagi dengan distributor terkait penyebab kelangkaan ini,” ujarnya kepada Kendariinfo.

Ia menyebut, berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan pada Jumat (22/5), sejumlah ritel modern mengaku terjadi pembatasan pasokan minyak dari distributor.

“Insyaallah hari Senin kami akan turun lagi untuk mempertanyakan ke distributor soal stok minyak ini. Intinya kalau untuk minyak di pasar sudah mulai tersedia,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan kelangkaan minyak goreng diduga dipengaruhi tingginya distribusi bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, Bulog menyampaikan bahwa tahun ini terdapat program bantuan minyak goreng bagi masyarakat kurang mampu sebanyak dua liter per bulan. Selain itu, Kota Kendari juga menerima bantuan minyak goreng untuk sekitar 27 ribu kepala keluarga dari Badan Pangan Nasional.

“Nah ini sesuai konfirmasi saya dengan Bulog, minyak itu banyak tersedot ke masyarakat melalui program bantuan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, stok minyak goreng sempat digunakan untuk penanganan dampak banjir di Kota Kendari. Saat itu, Pemkot Kendari memperoleh bantuan sekitar 1.400 liter minyak goreng untuk warga terdampak bencana.

Mengutip laman Pemkot Kendari, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari memastikan pasokan minyak goreng diperkirakan kembali normal dalam beberapa hari ke depan seiring masuknya distribusi baru dari distributor.

Post Views: 10

Read Entire Article
Rapat | | | |