Perjuangan Atlet Renang Muna Latihan di Tengah Keterbatasan Fasilitas Demi Rebut Emas Porprov 2026

10 hours ago 6

Muna – Keterbatasan fasilitas latihan tidak menyurutkan semangat atlet renang di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang rencananya digelar pada November 2026 di Kota Kendari.

Di tengah minimnya sarana olahraga, para atlet harus menjalani latihan renang di sebuah aliran sungai yang berada di dalam kompleks BTN Laende, Jalan WR. Supratman, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna.

Tempat latihan tersebut jauh dari kondisi ideal untuk pembinaan atlet renang. Selain ukuran lintasan yang terbatas, para atlet juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi sungai yang tidak dirancang sebagai fasilitas latihan renang.

Atlet renang Muna dari Laende Swimming Club bersama pelatih (baju merah dan baju hitam) saat berlatih di aliran sungai yang berada di dalam kompleks BTN Laende, Jalan WR. Supratman, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna.Atlet renang Muna dari Laende Swimming Club bersama pelatih (baju merah dan baju hitam) saat berlatih di aliran sungai yang berada di dalam kompleks BTN Laende, Jalan WR. Supratman, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna. Foto: La Ode Muhammad Ismail/Kendariinfo. (20/8/2026).

Pelatih Renang Laende Swimming Club Kabupaten Muna, Randi (27), mengatakan salah satu kendala yang dihadapi adalah lebar area sungai yang relatif sempit sekitar hanya 6 meter. Bahkan, lintasan latihan harus berbelok ketika mencapai sekitar 30 meter. Padahal, untuk latihan renang, atlet idealnya berlatih pada lintasan dengan jarak 50 meter.

“Kalau hambatannya, fasilitas di tempat ini lokasinya kurang besar, jadi atlet yang mau start hanya bisa dapat empat jejer. Belum lagi jalurnya yang berbelok,” ucapnya kepada Kendariinfo, Jumat (22/8/2026).

Kondisi tersebut membuat para atlet harus bekerja lebih keras dalam menjalani program latihan. Mereka tidak hanya dituntut menjaga stamina dan teknik berenang, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan lintasan yang terbatas.

Belum lagi, kondisi air sungai yang terkadang dilewati sampah atau kotoran menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Saat sedang berenang, mereka harus tetap waspada ketika terdapat benda atau kotoran yang terbawa arus dan melintas di area latihan.

“Apa lagi, kadang kotoran melintas saat adik-adik (atlet) sedang latihan. Jadi, mereka harus berhenti sejenak dulu,” ungkapnya kepada Kendariinfo, Kamis (20/8).

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak membuat para atlet menyerah. Mereka tetap rutin menjalani latihan demi meningkatkan kemampuan dan menjaga kondisi fisik menjelang Porprov 2026.

Menurutnya, sebelum berlatih di lokasi tersebut, para atlet renang Muna sebelumnya menjalani latihan di Sungai Jompi, Jalan Sugimanuru, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, sekitar tahun 2018.

Para atlet saat itu mampu menunjukkan prestasi gemilang. Pada Porprov 2018, atlet renang Muna berhasil meraih 18 medali emas dari total 40 medali emas yang diperebutkan pada cabang olahraga renang.

“Kalau untuk cabang olahraga renang, sebenarnya Kabupaten Muna cukup diperhitungkan. Catatan kami di Porprov 2018 itu, kami mendapatkan 18 emas dari 40 emas yang dipertandingkan,” ucapnya.

Namun, pada Porprov 2022, perolehan medali emas atlet renang Muna turun drastis menjadi hanya tiga medali. Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi keterbatasan fasilitas, setelah kondisi Sungai Jompi mengalami kerusakan parah sehingga tidak lagi dapat digunakan sebagai tempat latihan para atlet.

Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangatnya maupun para atlet untuk membuktikan diri pada Porprov mendatang. Mereka optimistis dapat meraih medali emas dan mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan Porprov sebelumnya.

“Saya inginnya bisa lebih baik dari perolehan Porprov sebelumnya. Supaya itu bisa menjadi bukti bahwa kami ada peningkatan. Tetapi, sekali lagi, kami hanya bisa berusaha dengan fasilitas yang ada,” katanya.

Selain itu, Randi juga berharap rencana revitalisasi kolam renang Sarana Olahraga (SOR) Raha dapat segera direalisasikan. Menurutnya, jika revitalisasi tersebut dilakukan dalam waktu dekat, para atlet renang akan memiliki fasilitas yang lebih layak sehingga dapat menjalani latihan lebih maksimal.

Post Views: 6

Read Entire Article
Rapat | | | |