Sulawesi Tenggara – Sejumlah mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sedang menempuh pendidikan di Sampoerna University, Jakarta Selatan, masih menanti kepastian beasiswa yang pembiayaannya menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
Dari 13 mahasiswa penerima beasiswa, enam di antaranya masih terdampak ketidakpastian pembiayaan dari Pemprov Sultra. Sementara tujuh mahasiswa lainnya mendapat pembiayaan dari Putera Sampoerna Foundation (PSF).
Salah satu penerima beasiswa, Shasha, mengatakan para mahasiswa telah berulang kali mendatangi sejumlah pihak di lingkungan Pemprov Sultra untuk mencari kepastian mengenai keberlanjutan beasiswa mereka.
Upaya tersebut dilakukan sejak Juli 2026 dengan mendatangi Inspektorat Sultra, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), hingga Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Muhammad Fadlansyah. Namun, upaya tersebut belum memperoleh keputusan resmi mengenai pembayaran beasiswa dan keberlanjutan kerja sama.
“Kami masih menunggu informasi dan kejelasan lebih lanjut dari Pemprov Sultra. Kami berharap proses ini segera mendapatkan kepastian karena menyangkut keberlangsungan pendidikan kami sebagai mahasiswa,” kata Shasha kepada Kendariinfo, Jumat (21/8/2026).
Menurut Shasha, beasiswa yang menjadi tanggungan Pemprov Sultra belum dibayarkan sejak November 2025. Mereka mengaku hingga kini belum memperoleh penjelasan resmi mengenai alasan pembayaran tersebut tak kunjung dilakukan.
“Kami tidak pernah mengetahui maupun mendapatkan penjelasan mengenai alasan mengapa Pemprov Sultra belum membayarkan tunggakan beasiswa ini sejak November 2025,” ujarnya.
Para mahasiswa bersama orang tua dan pihak PSF telah melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak Pemprov Sultra. Pada 3 dan 6 Juli 2026, mereka menjalani pemeriksaan dan wawancara dengan Inspektorat. Pertemuan kembali dilakukan pada 13, 15, 20, dan 22 Juli.
Pada 24 Juli, mahasiswa bersama orang tua bertemu dengan Pj. Sekda Sultra, Muhammad Fadlansyah, setelah permohonan audiensi mereka diterima dan didisposisikan. Mereka kembali Fadlansyah pada 13 Agustus untuk menanyakan keputusan terkait beasiswa.
Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai pembayaran maupun keberlanjutan kerja sama beasiswa.
“Setelah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak di Pemprov Sultra, sampai saat ini kami belum mendapatkan keputusan resmi mengenai keberlanjutan program kerja sama ini yang berdampak pada keberlanjutan beasiswa dan studi kami di Sampoerna University,” bebernya.
Karena berbagai upaya komunikasi dengan Pemprov Sultra belum memberikan keputusan, Sasha dan rekan mahasiswa lainnya kini berupaya mengadukan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.
Mereka meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto agar persoalan beasiswa tersebut dapat segera mendapatkan solusi.
“Kami meminta bantuan dan perhatian kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar persoalan yang kami hadapi dapat mendapatkan perhatian dan dapat segera menemukan solusi,” tutur Shasha.
Beasiswa tersebut merupakan program kerja sama pendidikan antara Pemprov Sultra dan PSF bagi mahasiswa berprestasi asal Sultra. Melalui program tersebut, mahasiswa mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Sampoerna University.
Dalam kerja sama itu, pembiayaan mahasiswa terbagi dalam dua skema. Sebagian menjadi tanggungan PSF dan sebagian lainnya menjadi tanggungan Pemprov Sultra.
Shasha menuturkan, mereka tidak mengetahui pasti nominal beasiswa yang diberikan karena informasi tersebut berada di luar kewenangan mereka sebagai penerima.
“Kami tidak ingin memberikan informasi atau angka yang kurang tepat kepada pihak media. Untuk nominal pastinya, kami rasa lebih tepat apabila informasi tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak yang memiliki kewenangan,” tegasnya.
Para mahasiswa berharap persoalan tersebut segera mendapatkan kepastian sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa terus dibayangi ketidakjelasan pembiayaan.
Post Views: 14

8 hours ago
7
















































