Pemkot Kendari Matangkan Penerapan Smart City, Data dan SDM Jadi Kunci

3 hours ago 7

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mematangkan penerapan smart city atau kota cerdas dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan sistem pengelolaan data sebagai fondasi transformasi digital pemerintahan.

Pembahasan penerapan kota cerdas itu dikemukakan dalam rapat jajaran Pemkot Kendari, di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Rabu (19/8/2026).

Siska mengatakan perkembangan teknologi membuat pemerintah harus mengubah cara kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, teknologi tidak cukup hanya tersedia, tetapi harus mampu memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Smart city bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” katanya.

Ia menilai kesiapan aparatur menjadi bagian penting dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi. Pemkot Kendari perlu meningkatkan kemampuan SDM agar mampu mengoperasikan sekaligus memanfaatkan teknologi secara maksimal.

Selain SDM, Siska menyoroti pengelolaan data yang terintegrasi. Pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk menentukan kebijakan dan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Data dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kata dia, perlu dikelola dengan baik agar pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi daerah secara lebih tepat.

“Yang kita inginkan adalah pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan tepat. Teknologi harus menjadi sarana untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.

Direktur Cartenz Technology Indonesia, Zainal Arifin mengatakan penerapan smart city tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur teknologi. Pemerintah juga harus menyiapkan tata kelola, integrasi sistem, keamanan data, dan SDM.

Menurut Zainal, integrasi sistem dapat mengurangi pekerjaan yang berulang dalam pelayanan administrasi. Data dari setiap OPD juga dapat digunakan bersama untuk menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan.

“Teknologi harus dibangun dengan konsep integrasi. Data dari berbagai perangkat daerah harus dapat dimanfaatkan bersama sehingga menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan,” jelas Zainal.

Ia menambahkan, keberhasilan penerapan smart city membutuhkan komitmen seluruh OPD. Setiap perangkat daerah tidak hanya dituntut menggunakan teknologi, tetapi juga mengelola data dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja.

Penerapan sistem tersebut nantinya diharapkan membuat pelayanan pemerintahan lebih sederhana, cepat, transparan, dan mudah dipantau masyarakat.

Konsep smart city juga dapat diterapkan pada berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, transportasi hingga tata kelola pemerintahan.

Pemkot Kendari selanjutnya mendorong keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan pihak terkait lainnya agar transformasi digital tidak hanya menjadi perubahan sistem pemerintahan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik.

Post Views: 0

Read Entire Article
Rapat | | | |