Nelayan Sorue Jaya Konawe Mulai Didorong Naik Kelas, Akses Modal Capai Rp1,7 Miliar

5 hours ago 6

KonaweNelayan dan pelaku usaha pesisir Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mendapat akses pembiayaan dan layanan keuangan yang lebih luas. Hingga Juli 2026, pembiayaan yang disalurkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar kepada masyarakat setempat mencapai sekitar Rp1,71 miliar.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya yang diperkuat pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026).

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan akses permodalan menjadi salah satu fokus dalam penguatan ekonomi masyarakat pesisir. OJK bersama sejumlah lembaga keuangan memberikan pendampingan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pinjaman, tetapi juga mampu mengelola keuangan dan mengembangkan usaha.

Kampung Nelayan Merah Putih Desa Sorue Jaya.Kampung Nelayan Merah Putih Desa Sorue Jaya. Foto: Istimewa.

“Penguatan ekonomi masyarakat pesisir ini kita lakukan melalui tiga tahapan, mulai dari prainkubasi, inkubasi, hingga pascainkubasi,” kata Bismi.

Pada periode Januari hingga Juli 2026, BRI telah menyalurkan kredit kepada 49 debitur dengan total plafon Rp1,527 miliar. BRI juga membuka rekening tabungan bagi 52 warga pesisir dan menyediakan satu Agen BRILink di kawasan tersebut.

PNM Mekaar turut menyalurkan pembiayaan kepada 23 pelaku usaha perempuan dengan total plafon Rp183,5 juta. Sementara itu, Bank Sultra membuka 30 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dan PT BPR Bahteramas Konawe membuka 44 rekening serupa.

Bank Indonesia (BI) juga memberikan 10 unit alat pendeteksi ikan atau fish finder untuk mendukung aktivitas nelayan.

Menurut Bismi, penguatan ekonomi warga pesisir tidak berhenti pada pemberian modal. OJK Sultra juga memberikan edukasi dan bimbingan teknis pengelolaan keuangan kepada nelayan, pengusaha UMKM, ibu rumah tangga yang menjalankan usaha, serta pelajar.

“Kami berencana membangun financial center di KNMP Desa Sorue Jaya untuk menjaga keberlanjutan program ini,” ujarnya.

Perlindungan nelayan juga masuk dalam program tersebut. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 22 nelayan di Desa Sorue Jaya.

Selain layanan keuangan, warga pesisir mendapat kesempatan memasarkan produk olahan hasil perikanan melalui kegiatan pemberdayaan UMKM. Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain teri krispi, sambal tuna asap, bakso ikan, semai ikan, bakso tahu, serta olahan ikan dan cumi lainnya.

Pemerintah dan lembaga terkait juga membuka pelatihan gratis bagi warga, seperti servis mesin nelayan, ecoprint, dan sablon. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menambah keterampilan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Sebanyak 25 pengusaha UMKM turut terlibat dalam kegiatan tersebut. OJK, Bank Sultra, BRI, BPR, BNI, BPJS Ketenagakerjaan, dan PNM juga membuka layanan langsung agar masyarakat dapat berkonsultasi mengenai pembiayaan, tabungan, perlindungan sosial, dan pengelolaan keuangan.

Post Views: 15

Read Entire Article
Rapat | | | |