Mahasiswa asal Kolaka Ciptakan Irigasi Tenaga Surya, Bantu Petani di Sidrap

7 hours ago 8

Kolaka – Mahasiswa asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Respiani, menciptakan inovasi irigasi tenaga surya yang kini diterapkan untuk membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Inovasi tersebut dikembangkan Respiani bersama tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Muhammadiyah Makassar melalui teknologi bernama Smart Solar Irrigation System.

Teknologi tersebut merupakan sistem pompa air yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga untuk mendukung kegiatan pengairan lahan pertanian.

Inovasi itu diterapkan bersama Kelompok Tani Siporennue di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

Kegiatan perdana dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Tim turun langsung ke lokasi mitra untuk melakukan percobaan alat sekaligus mengecek sistem pompa berbasis energi surya yang telah disiapkan.

Respiani yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar bertindak sebagai ketua tim PKM-PI. Ia bersama Baso Ichwan Chasir, Hardian Riadi, Nabila Al Islamiyah dan Dedi menjalankan program tersebut di bawah bimbingan Indriyanti.

Program ini bermula dari persoalan pengairan yang dihadapi kelompok tani mitra. Sebelum inovasi tersebut diterapkan, petani masih menggunakan BBM dan LPG untuk mengoperasikan pompa air.

Penggunaan bahan bakar itu membuat petani harus mengeluarkan biaya operasional sekaligus bergantung pada ketersediaan BBM maupun LPG saat membutuhkan pengairan.

Melihat kondisi tersebut, tim PKM-PI kemudian mencoba menghadirkan solusi alternatif dengan memanfaatkan energi matahari yang tersedia di lokasi pertanian.

“Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya menjadi inovasi di kampus, tetapi bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya petani. Karena itu, kami mencoba memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi untuk mendukung sistem pengairan,” kata Respiani, Kamis (20/8/2026).

Pada kunjungan perdana 13 Juni 2026, tim melakukan pengecekan sistem sekaligus menguji pengoperasian peralatan yang telah disiapkan di lahan pertanian milik mitra.

Pelaksanaan PKM-PI tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari observasi dan koordinasi dengan mitra, pengukuran kebutuhan air, pengadaan alat dan bahan, perakitan prototipe, instalasi hingga uji coba sistem.

Kelompok Tani Siporennue juga dilibatkan secara langsung dalam penerapan teknologi. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut diberikan pemahaman mengenai cara pengoperasian dan pemeliharaan sistem.

Smart Solar Irrigation System memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan energi yang digunakan dalam mengoperasikan pompa air.

Pemanfaatan energi matahari tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi petani dalam menjalankan kegiatan pengairan tanpa sepenuhnya bergantung pada BBM maupun LPG.

Selain menghadirkan alternatif sumber energi, program ini juga diarahkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan serta ketahanan pangan.

Tim selanjutnya akan melakukan pengujian dan monitoring untuk mengetahui kinerja sistem di lapangan, termasuk kemampuan pompa dalam mengalirkan air serta kesesuaiannya dengan kebutuhan pengairan lahan.

Bawa Nama Kolaka Lewat Inovasi

Bagi Respiani, keterlibatannya dalam program tersebut menjadi pengalaman tersendiri sebagai mahasiswa asal Kabupaten Kolaka yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi kelompok tani, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa dari daerah untuk terus mengembangkan kemampuan dan menciptakan inovasi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi pengalaman bagi kami sebagai mahasiswa, tetapi juga bisa memberikan manfaat kepada mitra. Sebagai mahasiswa asal Kolaka, saya juga ingin terus belajar dan membawa nama daerah melalui kegiatan-kegiatan positif dan inovatif,” ujar Respiani.

Program PKM-PI tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar secara langsung di tengah masyarakat.

Ke depan, tim berharap Smart Solar Irrigation System dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi lahan pertanian lainnya sehingga pemanfaatan energi terbarukan dapat semakin luas di sektor pertanian.

Dari Kolaka, Respiani bersama tim membawa inovasi energi surya ke lahan pertanian di Sidrap. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pertanian yang lebih mandiri, berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan.

Post Views: 21

Read Entire Article
Rapat | | | |