Kendari – Kisah cinta pria asal Cina, Ning Jiang Hong, dengan Anita Putri Ayu Ningsih, wanita asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membawanya memeluk Islam sebelum keduanya menikah.
Ning Jiang Hong sebelumnya merupakan seorang ateis. Setelah menjadi mualaf, ia diberi nama Muhammad Yusuf. Ia telah berada di Indonesia selama kurang lebih empat tahun sejak 2022. Ia sempat bekerja di Jakarta dalam waktu dua tahun sebelum pindah ke Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut).
Perjalanan cinta keduanya berawal dari perkenalan lewat aplikasi kencan online, Tantan. Yusuf terus berupaya menghubungi Anita, meski pesannya diabaikan selama sebulan.
Ning Jiang Hong (Muhammad Yusuf) dan Anita Putri Ayu Ningsih dalam suasana pernikahan yang digelar di Kota Kendari. Foto: Istimewa.Karena melihat kesungguhan Yusuf, Anita pun merespons. Ia kemudian mengirimkan lokasi kerjanya yang berada di Kota Kendari kepada pria tersebut.
“Dia ateis. Awal mula saya bertemu suami itu di aplikasi. Waktu itu dia mnta nomor WA. Dia chat dan telepon terus. Selama satu bulan itu tidak pernah saya gubris. Pada akhirnya karena saya lihat dia chat terus, minta lokasi kerjaku dan saya kirim pas siang,” ujar Anita, Jumat (21/8/2026).
Kebetulan, saat itu Yusuf tengah berada di kota yang sama. Ia pun langsung mendatangi tempat Anita bekerja, yakni di sebuah salon. Namun, saat bertemu, Anita tidak mengenalinya karena penampilan Yusuf berbeda dengan foto profilnya yang dinilai terlihat lebih tua.
“Saya tidak kenali dia sama sekali waktu itu karena saya lihat di foto profilnya itu dia tua,” kelakar Anita.
Selesai mencukur rambut, Yusuf memperlihatkan bukti percakapan mereka. Saat itulah Anita baru menyadari bahwa pria tersebut merupakan orang yang selama ini berkomunikasi dengannya melalui aplikasi.
Setelah pertemuan pertama pada 5 Juni 2024 itu, Yusuf pun lebih sering datang ke Kota Kendari untuk menemui Anita. Hanya dalam waktu tujuh bulan menjalin hubungan, keduanya pun memantapkan diri mengurus dokumen pernikahan.
Tuntas dengan urusan dokumen, Yusuf kemudian menjalani prosesi sunatan tanpa banyak pertimbangan. Tiga jam setelah itu, ia mengucapkan dua kalimat syahadat di salah satu masjid dipandu oleh imam setempat.
Pada malam harinya, Yusuf mengucapkan ijab kabul. Seluruh rangkaian prosesi, mulai dari sunatan hingga ijab kabul berlangsung hanya dalam satu hari, Yakni 10 Desember 2024.
Jauh sebelum itu, Anita menyebut suaminya telah mengetahui cukup banyak tentang Islam. Ia juga kerap mengucapkan salam dan basmalah.
Sebelum akad nikah digelar, Anita juga sempat menanyakan kesiapan Yusuf untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Dengan keteguhan hati, pria itu menyatakan siap atas kewajiban yang dimaksud.
“Dia sendiri juga yang bilang kalau mau masuk Islam dan menikah dengan saya. Pada saat itu saya tanya tidak keberatan dengan masuk muslim, karena harus jalankan kewajibannya seperti salat dan puasa. Alhamdulillah dia tidak keberatan, dia siap. Jadi, tidak ada unsur paksaan,” tutur Anita.
Dalam kesehariannya, Anita dan Yusuf bercengkerama menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Cina. Hal itu dilakukan agar keduanya makin fasih berkomunikasi dan memahami bahasa masing-masing.
Saat ini, sepasang suami istri itu menjalani aktivitas di lokasi yang berbeda. Yusuf bekerja di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konut. Sementara Anita harus berada di Kota Kendari, merawat buah hati mereka yang masih kecil.
Post Views: 25

3 hours ago
4
















































