Nur Hikmah, Mahasiswi Manajemen UHO Kendari Raih Predikat Wisudawati Terbaik dengan IPK 3,95

7 hours ago 3

Kendari – Nur Hikmah berhasil meraih predikat wisudawati terbaik Universitas Halu Oleo (UHO) dengan IPK 3,95 setelah menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 11 bulan. Prestasi tersebut diraihnya di tengah kesibukannya mengikuti berbagai kegiatan di luar perkuliahan.

Mahasiswi Program Studi Manajemen S1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO itu aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Duta Bahasa, Duta Muslimah Preneur, hingga menjadi master of ceremony (MC) dan moderator.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Wisuda Program Doktor ke-51 (LI), Magister ke-81 (LXXXI), Profesi Dokter ke-46 (XLVI), dan Sarjana ke-114 (CXIV) yang berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO, Sabtu (22/8/2026).

Bagi Nur Hikmah, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Ia mengaku bahagia sekaligus bersyukur karena kerja keras yang dilakukan selama kuliah berujung pada penghargaan yang tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya.

“Alhamdulillah, saya sangat merasa senang dan bersyukur karena bisa menjadi salah satu perwakilan yang mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang tua, para dosen, serta seluruh civitas academica Universitas Halu Oleo,” ujarnya, Sabtu (22/8).

Di balik IPK tinggi tersebut, Nur Hikmah memiliki prinsip yang sejak awal dijadikannya sebagai pegangan. Ia terlebih dahulu menempatkan kewajiban akademik sebagai prioritas sebelum memperbanyak aktivitas di luar kampus.

Menurutnya, mahasiswa perlu membangun dasar akademik yang kuat sejak semester awal. Setelah memasuki semester pertengahan dan beban mata kuliah mulai berkurang, kesempatan untuk aktif di berbagai kegiatan dapat dimanfaatkan tanpa mengabaikan perkuliahan.

“Sejak awal perkuliahan kita harus benar-benar fokus pada akademik dan mata kuliah. Ketika memasuki semester pertengahan, misalnya semester lima dan seterusnya, ketika jumlah mata kuliah mulai berkurang, kita bisa mulai lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar perkuliahan,” tuturnya.

Nur Hikmah kemudian memperluas pengalamannya melalui sejumlah kegiatan. Pada 2023, ia mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Palembang, Sumatra Selatan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan yang membuatnya semakin berani mencoba berbagai kesempatan.

Setelah kembali dari program tersebut, ia mengikuti pemilihan Duta Bahasa dan berhasil meraih predikat Terbaik III Duta Bahasa 2024. Pengalaman itu kemudian dilanjutkannya dengan mengikuti ajang Duta Muslimah Preneur 2026 di Jakarta dengan membawa nama Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aktivitas Nur Hikmah tidak berhenti pada ajang tersebut. Ia juga menjalani peran sebagai MC dan moderator dalam berbagai kegiatan, mulai dari acara formal hingga informal. Kesibukan itu makin bertambah karena dirinya turut bergabung dengan salah satu event organizer di Kota Kendari.

Bagi Nur Hikmah, berbagai aktivitas tersebut justru menjadi ruang untuk mengasah kemampuan yang tidak selalu diperoleh dari bangku kuliah. Ia mendapatkan pengalaman dalam berkomunikasi, membangun relasi, meningkatkan rasa percaya diri, hingga belajar mengatur waktu secara lebih disiplin.

“Berbagai aktivitas tersebut memberikan saya pengalaman penting dalam membangun kemampuan komunikasi, memperluas relasi, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus melatih kemampuan manajemen waktu,” katanya.

Kemampuan membagi waktu menjadi bagian penting dalam perjalanan kuliahnya. Sebagai mahasiswa manajemen yang memiliki banyak kegiatan, Nur Hikmah harus memastikan aktivitas di luar kampus tidak mengganggu kewajiban akademiknya.

Ia menyadari banyaknya kegiatan justru dapat menjadi tekanan apabila tidak diatur dengan baik. Karena itu, ia memilih menyesuaikan aktivitas dengan kondisi perkuliahan agar keduanya dapat berjalan beriringan.

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Nur Hikmah masih memiliki target berikutnya. Ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berharap dapat menempuh studi lanjutan di salah satu universitas di Pulau Jawa.

Baginya, perjalanan pendidikan belum selesai hanya karena telah mendapatkan gelar sarjana. Pendidikan menjadi salah satu proses penting dalam membentuk cara berpikir, kemampuan intelektual, dan kecerdasan emosional seseorang.

“Saya percaya bahwa pendidikan dapat mengubah nasib seseorang. Melalui pendidikan kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mengalami proses pembentukan diri, baik dari sisi pola pikir, kecerdasan maupun kecerdasan emosional,” terangnya.

Nur Hikmah berharap pengalamannya selama menjadi mahasiswa dapat menjadi pelajaran bagi mahasiswa lain. Menurutnya, prestasi tidak cukup hanya dibangun dengan keinginan, tetapi harus dibarengi dengan niat, usaha, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang.

Ia menilai predikat lulusan terbaik bukan semata-mata persoalan memperoleh angka akademik yang tinggi. Lebih dari itu, mahasiswa juga perlu memanfaatkan masa kuliah untuk berkembang dan mencoba berbagai pengalaman yang dapat menjadi bekal setelah meninggalkan kampus.

“Menjadi lulusan terbaik bukan hanya tentang mendapatkan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa berkembang, berproses, dan memberikan yang terbaik selama menjadi mahasiswa,” pungkasnya.

Post Views: 4

Read Entire Article
Rapat | | | |