Menteri Kebudayaan Dorong Revitalisasi Museum Sultra, Soroti Lukisan Purba Tertua di Muna

4 hours ago 6

Kendari – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon mendorong revitalisasi UPTD Museum Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya. Menurutnya, Sultra memiliki modal besar karena menjadi daerah yang menyimpan lukisan purba tertua di dunia di Liang Metanduno, Kabupaten Muna.

Hal itu disampaikan Fadli Zon saat meninjau kondisi UPTD Museum Sultra, di Kota Kendari dalam agenda kunjungan kerja (kunker), Sabtu (11/7/2026).

Fadli Zon mengatakan, Sultra kini telah diakui sebagai daerah yang memiliki lukisan purba tertua di dunia. Lukisan yang berada di Liang Metanduno, Kabupaten Muna, diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun berdasarkan hasil penelitian sejumlah institusi, di antaranya perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Balai Pelestarian Kebudayaan.

Ia menjelaskan, temuan tersebut menggeser rekor sebelumnya yang dipegang lukisan purba di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Menurutnya, penemuan itu menjadi bukti bahwa Sultra merupakan salah satu kawasan dengan jejak peradaban manusia yang sangat tua.

“Ini merupakan kekayaan budaya yang sangat berharga. Artinya, peradaban di Sultra sudah berkembang sejak puluhan ribu tahun lalu,” kata Fadli Zon.

Ia menegaskan museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan etalase budaya dan peradaban yang memperkenalkan identitas suatu daerah kepada masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, museum menjadi tujuan awal bagi banyak pengunjung untuk memahami sejarah, kehidupan prasejarah, etnografi, hingga perkembangan budaya suatu daerah dalam waktu singkat.

Karena itu, Fadli Zon menilai UPTD Museum Sultra perlu terus dibenahi, mulai dari tata pamer, pencahayaan, penyediaan edukator dan konservator, hingga pengelolaan yang lebih profesional agar mampu menampilkan kekayaan budaya daerah secara maksimal.

Ia menambahkan, museum juga perlu menghadirkan koleksi yang mencerminkan keberagaman budaya Sultra, mulai dari bahasa, sastra, manuskrip, tradisi, pangan lokal, permainan tradisional, upacara adat, hingga berbagai cabang seni.

Fadli Zon mengungkapkan UPTD Museum Sultra saat ini masih berstatus tipe B sehingga masih membutuhkan peningkatan kualitas pengelolaan.

Pemerintah pusat, lanjutnya, akan memberikan dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik. Sementara itu, pengembangan fisik museum diharapkan dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.

“Kami berharap pembenahan museum tidak hanya mengandalkan APBN maupun APBD. Dunia usaha juga dapat berkontribusi sebagaimana praktik di berbagai negara yang melibatkan korporasi dan filantropi dalam pengembangan museum,” ujarnya.

Selain museum, Fadli Zon juga mendorong penguatan taman budaya sebagai pusat aktivitas kebudayaan. Menurutnya, kedua fasilitas tersebut dapat menjadi motor pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sultra.

Post Views: 26

Read Entire Article
Rapat | | | |