Kendari – Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, memanfaatkan kunjungannya ke Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menyerap aspirasi para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Dalam pertemuan tersebut, pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sultra menilai visi yang dipaparkan Gus Salam sejalan dengan harapan pengurus NU di daerah.
Silaturahmi yang berlangsung di Kendari, Selasa (7/7/2026), dihadiri jajaran PCNU dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra. Forum itu menjadi ruang dialog antara calon Ketua Umum PBNU dengan pengurus di tingkat daerah menjelang pelaksanaan muktamar.
Gus Salam mengaku terkesan dengan semangat para pengurus NU di Sultra yang dinilainya tetap solid menjalankan organisasi meski menghadapi berbagai tantangan.
“Saya bangga, bahagia, sekaligus terharu bisa bersilaturahmi dengan para pengurus NU di Sulawesi Tenggara. Mereka adalah pejuang-pejuang NU di daerah yang tetap kompak dan terus berjuang di tengah masyarakat untuk menunjukkan kontribusi NU,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Gus Salam menerima berbagai masukan dari pengurus cabang yang menurutnya akan menjadi bahan pertimbangan apabila mendapat amanah memimpin PBNU.
Ia mengatakan, salah satu kesepakatan yang mengemuka dalam pertemuan itu ialah pentingnya menjaga persatuan di internal organisasi. Menurutnya, kekompakan menjadi modal utama dalam memperkuat peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.
“Semua sepakat bahwa kebersamaan harus terus dijaga. Itu menjadi modal utama untuk mengembangkan organisasi,” ujarnya.
Selain menjaga soliditas organisasi, Gus Salam menilai tata kelola PBNU juga harus dibangun dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Menurutnya, seluruh prinsip tersebut hanya dapat dijalankan apabila pengurus memiliki integritas.
“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional. Kuncinya ada pada integritas para pengurus,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Sultra, KH Muslim, menyebut kehadiran para calon Ketua Umum PBNU di daerah memberikan manfaat bagi pengurus cabang. Menurutnya, forum tersebut membuat peserta muktamar dapat mengenal secara langsung gagasan dan visi masing-masing kandidat.
“Ini menjadi pembelajaran yang baik bagi kami. Peserta muktamar bisa mengenal calon secara langsung sehingga tidak memilih tanpa mengetahui kapasitas dan visi yang mereka bawa,” katanya.
Ia menilai aspirasi yang disampaikan pengurus cabang memiliki banyak kesamaan dengan program yang dipaparkan Gus Salam. Karena itu, dialog tersebut dinilai memperkuat sinergi antara pengurus wilayah, pengurus cabang, dan calon pemimpin PBNU.
“Hampir semua yang dipaparkan calon ternyata juga menjadi harapan para pengurus di daerah. Artinya, ada kesamaan visi untuk membangun organisasi ke depan,” ujarnya.
Terkait dukungan terhadap Gus Salam, KH Muslim menegaskan PWNU Sultra memberikan dukungan moral kepada seluruh kader NU yang maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
“Semua kader yang maju kami berikan dukungan secara moral. Soal siapa yang nanti terpilih, itu menjadi keputusan muktamar. Yang terpenting, kami terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pengurus wilayah,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan jumlah hak suara Sultra pada Muktamar PBNU diperkirakan berkurang menjadi 17 suara. Sebelumnya wilayah tersebut memiliki 18 suara, namun satu suara dipastikan tidak digunakan karena kepengurusan PCNU Baubau tidak lagi memiliki surat keputusan yang berlaku.
Caketum PBNU Gus Salam Temui PCNU se-Sultra, Serap Aspirasi dan Bahas Penguatan Organisasi
Post Views: 34

13 hours ago
7














































