Camat Tanggapi Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan HUT RI di Lasalimu, Buton

1 day ago 11

Buton – Dugaan pungutan liar (pungli) berkedok permintaan sumbangan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) lingkup Pemerintah Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditanggapi oleh Camat Lasalimu, La Ode Zahaba.

Zahaba mengatakan informasi yang beredar terkait sumbangan tersebut sama sekali tidak ditujukan pada tindakan pungli. Kesepakatan nominal yang ditentukan telah melalui sejumlah rangkaian rapat bersama unsur terkait.

“Jadi sebenarnya bukan pungli. Kita sudah adakan rapat berkali-kali, termasuk rapat internal kepala desa, lurah, dan kepala sekolah,” ujarnya kepada Kendariinfo, Kamis (9/7/2026).

Dalam berita acara kesepakatan rapat pada Senin (6/7), mengenai persiapan upacara HUT ke-81 RI sekaligus perayaan di tingkat Kecamatan Lasalimu, terdapat empat poin yang disepakati.

Pertama, akan dilaksanakan upacara bendera tingkat Kecamatan Lasalimu pada Senin (17/8) dengan pasukan pengibar bendera yang berasal dari pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) terpilih. Kedua, perayaan HUT RI akan dimeriahkan dengan lomba seni, olahraga, serta gerak jalan indah.

Ketiga, sumber dana HUT ke-81 RI berasal dari sumbangan dana aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Lasalimu dengan ketentuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Golongan VII membayar Rp200 ribu, PPPK Golongan IX Rp250 ribu, perangkat desa Rp100 ribu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan PPPK paruh waktu Rp50 ribu.

Selain itu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) membayar Rp500 ribu, Golongan I Rp100 ribu, Golongan II Rp200 ribu, Golongan III Rp250 ribu, Golongan IV Rp300 ribu, serta pengusaha dengan nominal yang tidak ditentukan. Keempat, penanggung jawab dana sumbangan adalah kepala satuan unit kerja se-Kecamatan Lasalimu.

Zahaba menegaskan semua unsur yang hadir dalam rapat penetapan dana sumbangan itu telah bertanda tangan sebagai bentuk persetujuan. Meski para kepala sekolah hadir mewakili tiap-tiap guru di sekolahnya, terdapat sejumlah guru yang diduga tetap tidak menyetujui putusan tersebut.

“Setelah itu, semua yang hadir telah bertanda tangan untuk menyetujui kesepakatan itu. Para kepala sekolah mewakili gurunya masing-masing. Namun, ada sejumlah guru yang tidak setuju,” ungkapnya.

Atas persoalan itu, Zahaba menyatakan akan melakukan rapat kembali pada Jumat (10/7), di Kantor Camat Lasalimu. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk hadir tanpa diwakili oleh pihak manapun guna memperoleh kesimpulan pasti. Apapun hasilnya, ia mengaku akan tetap mengikuti keinginan peserta rapat.

“Kami akan dilakukan rapat lagi besok di Kantor Camat. Untuk semua diminta hadir tanpa diwakili, kita minta pendapatnya. Kalau memang tidak disetujui, kita hentikan kegiatan ini. Kita minta tanggapan mereka maunya berapa. Tapi, tetap saya ikuti keinginan mereka. Kalau mereka tidak mau menyumbang, berarti kemunduran bukan kemajuan,” pungkasnya.

Post Views: 25

Read Entire Article
Rapat | | | |