Kendari – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari resmi menerjunkan 1.207 mahasiswa untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) tahun 2026. Selain menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), mahasiswa juga akan mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengurus sertifikasi halal di desa.
Pelepasan peserta KKN dilakukan Wakil Rektor I IAIN Kendari, Dr. Jumarddin La Fua, mewakili Rektor IAIN Kendari di halaman rektorat, Selasa (7/7/2026).
Sebanyak 1.192 mahasiswa akan mengikuti KKN Reguler selama 45 hari di 173 desa yang tersebar di 22 kecamatan pada tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra). Selain itu, 12 mahasiswa mengikuti KKN Inklusif, sedangkan tiga mahasiswa menjadi peserta KKN Nusantara yang dijadwalkan berlangsung di Serang, Banten, pada 15 – 23 Agustus 2026.
Lokasi KKN Reguler meliputi 44 desa di lima kecamatan Kabupaten Konawe Utara (Konut), 93 desa di 11 kecamatan Kabupaten Konawe, serta 36 desa di 6 kecamatan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).
Ketua Panitia KKN sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM IAIN Kendari, Syamsuddin, mengatakan pelaksanaan KKN tahun ini mengusung tema Membangun Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurut dia, seluruh program mahasiswa akan diarahkan pada implementasi 17 tujuan SDGs melalui lima bidang utama, yakni pendidikan dan keagamaan, penguatan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.
“Seluruh program dirancang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di desa sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pemberdayaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kendari, Dr. Abdul Kadir, menyebut pendampingan pengurusan sertifikasi halal bagi UMKM menjadi program unggulan yang membedakan KKN IAIN Kendari dengan perguruan tinggi lainnya.
Ia mengatakan mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan sosial, tetapi juga didorong membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk melalui sertifikasi halal.
“Kami berharap selama pelaksanaan KKN lahir semakin banyak produk UMKM desa yang memiliki sertifikat halal sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor I IAIN Kendari, Jumarddin La Fua, mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik kampus selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.
“Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta peserta menjaga etika, memperkuat kerja sama tim, serta menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Post Views: 15

1 day ago
11














































