Kendari – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Ma’ruf Kasim, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026 – 2030, Jumat (29/5/2026).
Ma’ruf Kasim menyerahkan langsung berkas pendaftarannya kepada panitia pemilihan rektor di lantai 4 sekretariat pilrek, Gedung Rektorat UHO Kendari sekitar pukul 10.00 Wita.
Kemunculan Ma’ruf Kasim dalam bursa pemilihan rektor menjadi perhatian karena membawa isu besar terkait digitalisasi dan internasionalisasi kampus. Ia menilai dua hal tersebut menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan agar UHO Kendari mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya mempunyai visi misi itu bagaimana pengembangan institusi ini. Kita sudah meraih akreditasi unggul dan saya ingin ke depan membuat inovasi dan digitalisasi kampus,” kata Ma’ruf Kasim usai mendaftar.
Menurutnya, status akreditasi unggul yang telah diraih UHO Kendari harus diikuti dengan lompatan pengembangan sistem kampus yang lebih modern dan berbasis teknologi.
Karena itu, ia menempatkan penguatan digitalisasi sebagai salah satu program utama apabila terpilih memimpin UHO Kendari lima tahun ke depan.
Selain digitalisasi, Ma’ruf juga menyoroti pentingnya internasionalisasi kampus. Ia menilai UHO Kendari perlu memperluas jejaring dan pengakuan internasional agar mampu meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
“Kemudian, internasionalisasi kampus, dan ini juga sangat mendesak untuk harus kita lakukan,” ujarnya.
Ma’ruf menjelaskan konsep digitalisasi yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam proses akademik, tetapi juga penguatan sistem data dan tata kelola kampus.
“Digitalisasi kampus ini termasuk bagaimana menguatkan bank data kita,” lanjutnya.
Ia juga menaruh perhatian pada penguatan administrasi dan tata kelola keuangan kampus. Menurutnya, sistem administrasi yang sehat menjadi fondasi penting untuk mendukung pengembangan institusi pendidikan.
“Lalu yang terakhir adalah penguatan dan penyehatan administrasi serta keuangan kampus. Empat hal itu yang akan menjadi visi misi saya,” ungkapnya.
Pria kelahiran Kota Baubau itu menyebut seluruh gagasan tersebut nantinya akan dijabarkan lebih rinci saat penyampaian visi dan misi calon rektor.
“Tentu ini terelaborasi dalam visi yang akan saya sampaikan pada penyampaian visi misi nanti,” sebutnya.
Ma’ruf Kasim sendiri dikenal sebagai akademisi yang memulai karier dari jenjang bawah di lingkungan kampus. Sebelum maju sebagai bakal calon rektor, ia pernah menjabat sekretaris jurusan, wakil dekan, hingga Ketua Senat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO Kendari.
Pengalaman panjang di dunia akademik itu menjadi modal yang diyakininya mampu membawa UHO Kendari berkembang lebih baik.
Menurut Ma’ruf, UHO Kendari merupakan kampus besar yang membutuhkan kepemimpinan yang bijak dan memiliki arah pembangunan yang jelas.
“Sebenarnya Kampus UHO Kendari ini adalah kampus yang besar, dan perlu dinakhodai secara arif untuk bisa mengembangkan UHO Kendari ini ke arah yang lebih baik dan sesuai dengan visi kita,” sambungnya.
Ia juga menyinggung identitas UHO Kendari sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi unggul di wilayah pesisir dan pedesaan. Menurutnya, karakter tersebut harus terus diperkuat sebagai identitas kampus.
“Karena visi dari UHO Kendari itu terdepan di wilayah pesisir dan pedesaan. Ini yang akan kita angkat untuk bisa membawa UHO Kendari ini menjadi lebih baik,” jelasnya.
Ma’ruf menegaskan UHO Kendari bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga amanah besar masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) yang harus dijaga dan dikembangkan.
Saat disinggung terkait kemunculannya yang terkesan mendadak dalam bursa pemilihan rektor, Ma’ruf mengaku dirinya memang sengaja tidak banyak membangun komunikasi terbuka sebelum mendaftar. Namun, ia membantah jika langkah tersebut dilakukan tanpa persiapan.
“Semua calon memiliki kesiapannya masing-masing. Apa pun yang kita lakukan kan harus dengan persiapan yang matang,” bebernya.
Ia menilai keputusan mendaftar tanpa banyak memberi sinyal sebelumnya justru menjadi bagian dari strateginya dalam mengikuti proses pemilihan rektor.
“Saya memberikan kejutan mendaftar sebagai bakal calon rektor bukan karena tidak siap, tetapi saya merasa bahwa panitia siap selalu. Panitia selalu siap menerima semua yang ingin mendaftar, walaupun saya tidak memberikan gambaran atau tidak memberitahu,” tutupnya.
Post Views: 5

8 hours ago
5














































