420 Tabung LPG Subsidi Disita di Konawe, Diduga akan Dijual ke Morowali

4 hours ago 2

Konawe – Polisi menyita 420 tabung gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram yang diduga akan dikirim dan diperjualbelikan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pengungkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan pengintaian selama beberapa jam di wilayah Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (8/6/2026) malam, hingga Selasa (9/6/2026) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP La Ode Muh. Jefri Hamzah, mengatakan operasi itu merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG subsidi di Kabupaten Konawe dalam beberapa pekan terakhir.

Dia menjelaskan personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe mulai melakukan pemantauan sejak pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 04.00 Wita. Dari hasil operasi tersebut, polisi mencekal dua kendaraan pikap yang mengangkut ratusan tabung LPG subsidi 3 kilogram.

Polisi memeriksa dua mobil pikap yang mengangkut LPG Subsidi 3 kilogram di wilayah Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).Polisi memeriksa dua mobil pikap yang mengangkut LPG Subsidi 3 kilogram di wilayah Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (9/6/2026).

“Tim melakukan pemantauan sejak pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 04.00 Wita. Dari hasil operasi tersebut kami mengamankan dua kendaraan pikap yang mengangkut ratusan tabung LPG subsidi 3 kilogram,” ujar Jefri saat dikonfirmasi Kendariinfo.

Mobil pikap Suzuki Carry warna silver mengangkut 170 tabung LPG subsidi dan mobil Daihatsu Grand Max warna hitam memuat 250 tabung LPG subsidi. Total sebanyak 420 tabung gas melon berhasil disita polisi.

Dalam operasi tersebut, polisi juga menangkap tiga orang yang diduga terlibat, yakni berinisial MM, AM, dan RI. Ketiganya ditemukan sedang mengangkut tabung gas di wilayah Kelurahan Meluhu, Kecamatan Meluhu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dua sopir yang ditangkap mengaku ratusan tabung LPG subsidi tersebut rencananya akan dibawa ke Kabupaten Morowali untuk dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan di wilayah Sultra.

“Dari hasil interogasi sementara, tabung gas tersebut akan dibawa ke Morowali dan dijual dengan harga berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per tabung. Sementara harga di pangkalan sekitar Rp20 ribu sampai Rp22 ribu per tabung,” jelasnya.

Polisi menduga praktik tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kelangkaan LPG subsidi di Konawe. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon baik di pangkalan maupun tingkat pengecer.

Kelangkaan bahkan menyebabkan harga LPG subsidi di sejumlah kios melonjak hingga mencapai Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga seharusnya.

Jefri menegaskan pihaknya masih mendalami asal-usul ratusan tabung LPG subsidi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rantai distribusi.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dari mana seluruh tabung gas ini diperoleh dan siapa saja yang terlibat dalam distribusinya,” katanya.

Saat ini ketiga orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan di Polres Konawe. Polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan distribusi LPG subsidi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Post Views: 3

Read Entire Article
Rapat | | | |