Usai Terima SK, PPPK Konawe Diam-Diam Nikahi Teman Kerja saat Istri Rawat Orang Tua

2 days ago 20

Konawe – Harapan hidup bahagia yang baru saja dimulai berubah menjadi luka mendalam bagi NIM (29). Perempuan muda itu tak pernah menyangka, pernikahan yang ia perjuangkan selama hampir satu dekade justru berakhir dengan pengkhianatan paling pahit.

Suaminya yang diketahui berinisial AW (33), oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Catatan Sipil Kabupaten Konawe, tega meninggalkannya usai menerima Surat Keputusan (SK) PPPK dan diam-diam menikahi perempuan lain.

NIM menuturkan, kisah cintanya dengan AW telah terjalin lebih dari sembilan tahun. Meski kerap diwarnai pertengkaran, keduanya akhirnya mengikat janji suci pernikahan pada Sabtu, 9 Agustus 2025 di Konawe, disaksikan oleh keluarga besar mereka masing-masing.

Oknum PPPK berinisial AW (33) di Kabupaten Konawe.Oknum PPPK berinisial AW (33) di Kabupaten Konawe. Foto: Istimewa.

Di saat kebahagiaan itu seharusnya dirayakan, cobaan justru datang bertubi-tubi. Orang tua NIM jatuh sakit dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Bahteramas Kendari.

Dalam kondisi penuh tekanan, NIM tetap berusaha menjalani kewajibannya sebagai istri dan seorang anak. Ia mondar-mandir merawat orang tuanya, sembari mengurus administrasi pernikahan. Namun takdir berkata lain. Orang tuanya harus dirujuk ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sehingga pengurusan buku nikah terpaksa tertunda.

Di saat NIM berjibaku antara rumah sakit dan rasa lelah, AW justru menunjukkan sikap sebaliknya. Menurut pengakuan NIM, sang suami tak pernah sekali pun datang menjenguk mertuanya yang terbaring sakit.

“Setelah menikah itu, kami sering bertikai. Tetapi yang paling saya sakitkan, dia tidak pernah datang jenguk orang tua saya, mertuanya sendiri,” ungkap NIM kepada Kendariinfo, Senin (5/1/2026).

Pada Rabu, 1 Oktober 2025, AW menerima SK PPPK. Momen penting itu dilalui tanpa kehadiran NIM, yang saat itu masih merawat orang tuanya. Sejak saat itu, jarak emosional di antara keduanya kian terasa.

Kabar paling menghancurkan datang tak lama kemudian. Saat berada di Kendari, NIM mendapat informasi dari rekannya bahwa AW menikah diam-diam dengan rekan sekantornya sesama PPPK, berinisial IRH, pada Minggu malam, 26 Oktober 2025.

Awalnya NIM tak percaya. Ia mencari kebenaran hingga akhirnya memberanikan diri meminta penjelasan langsung kepada suaminya pada Minggu, 2 November 2025. Fakta itu pun terungkap. AW benar-benar telah menikah diam-diam, bahkan tanpa kehadiran keluarga besarnya.

“Mereka sembunyikan semuanya dari saya. Tidak ada keluarga suami yang hadir di pernikahan itu. Sama-sama mereka PPPK menikah, di kantor yang sama,” katanya.

Lebih menyakitkan lagi, saat dimintai penjelasan, AW justru melontarkan kata-kata tak pantas. Ia berdalih menikahi IRH karena perempuan itu telah hamil dan ia yakin tidak akan mendapat izin dari NIM jika berpoligami.

Hancur dan terluka, NIM memilih pasrah. Ia hanya meminta ditinggalkan dengan cara baik-baik dan agar AW menepati janji menyelesaikan adat istiadat. Rencananya, penyelesaian adat dijanjikan pada November 2025, namun janji itu tak pernah ditepati hingga saat ini.

Malu, merasa keluarga besarnya dikhianati, NIM akhirnya memilih buka suara ke publik. Ia mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum dan berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Terpisah, AW saat dikonfirmasi Kendariinfo, hingga kini belum memberikan keterangan resminya.

Post Views: 56

Read Entire Article
Rapat | | | |