Forum Persatuan Driver Online Minta Polisi Tertibkan Oknum Pengintimidasi di Pelabuhan Nusantara Kendari

8 hours ago 3

Kendari – Forum Persatuan Driver Online Kendari menggelar aksi unjuk rasa di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (29/4/2026). Tujuannya untuk mendesak aparat kepolisian segera menertibkan oknum yang diduga kerap melakukan intimidasi terhadap pengemudi transportasi online di area Pelabuhan Nusantara Kendari.

Desakan ini muncul setelah sejumlah driver mengaku mengalami tekanan, larangan mengambil penumpang, hingga perlakuan tidak menyenangkan saat menjemput penumpang di kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut dinilai telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan rasa tidak aman bagi para pengemudi.

“Tujuan aksi kami ini sebenarnya mengharapkan tidak ada lagi intimidasi-intimidasi yang dilakukan teman-teman driver offline di wilayah pelabuhan,” ujar salah seorang perwakilan Forum Persatuan Driver Online Kendari, Rahman kepada Kendariinfo.

Menurutnya, praktik intimidasi itu diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan kepentingan driver offline. Para driver online disebut sering diminta menjauh dari titik penjemputan penumpang, bahkan ada yang diusir secara paksa dengan alasan kondisi macet di jalur depan Pelabuhan Nusantara Kendari.

Terlebih yang sangat disayangkan bahwa orang-orang yang melakukan pelarangan itu sebagian merupakan driver online juga yang kini masuk dalam Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari (ASDPK).

“Di pelabuhan itu ada juga merupakan rekan-rekan kami yang juga driver. Mereka juga ingin memenuhi kebutuhan rumah tangganya, kami juga seperti itu. Tetapi harapannya kami sama-sama kerja, tidak ada lagi pembatasan akses masing-masing. Harapannya saya mereka bergabung di online,” ucap Rahman.

Menurutnya dampak dari adanya pelarangan yang dilakukan pihak ASDPK berdampak bukan saja kepada driver online tetapi juga masyarakat, khususnya penumpang kapal.

“Secara ekonomi mereka (masyarakat) dirugikan, karena masyarakat dibatasi aksesnya untuk memilih transportasi yang menurut mereka layanan terbaik dan bisa mereka jangkau,” tuturnya.

Belum lagi kondisi penumpang yang memiliki banyak barang, anak hingga kondisi yang sudah rentan. Tentu menurutnya ini akan menyusahkan masyarakat.

Perwakilan Forum Persatuan Driver Online Kendari yang lain, Om Sas, menyampaikan bertandangnya mereka ke Polda Sultra karena sebelumnya telah melaporkan hal tersebut ke Polresta Kendari terkait intimidasi yang didapatkan yang dilakukan oleh oknum pihak ASDPK.

“Ketika ada korban, atau ketika ada tindakan intimidasi, seharusnya pihak kepolisian itu langsung melakukan penangkapan, penyelidikan, penyidikan, supaya yang bersangkutan bisa diproses sesuai hukum yang ada sesuai aturan yang berlaku,” tegas Om Sas.

Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Sultra, AKBP Ari Irawan, merespons aspirasi tersebut. Ia mengatakan bakal melakukan penempatan personel di sekitar lokasi pelabuhan dengan melibatkan Polsek KP3.

“Penerapan yang akan kami lakukan adalah penempatan personel di lokasi pelabuhan dengan melibatkan unsur anggota KP3, anggota Polresta Kendari maupun juga anggota Ditsabhara yang akan melangsungkan giat-giat patroli,” kata Arif.

Ia menegaskan penanganan ini akan dilakukan per hari ini sebagai wujud bahwa Polri ada di masyarakat.

Sebagai informasi, setelah menggelar aksi unjuk rasa di Polda Sultra Forum Persatuan Driver Online Kendari melanjutkannya di Kantor Wali Kota Kendari.

Wakil Wali Kota Kendari Sesalkan Pencegatan Kendaraan Online di Pelabuhan hingga Penumpang Jalan Kaki: Kita Tindak

Post Views: 292

Read Entire Article
Rapat | | | |