Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menegaskan komitmennya dalam menangani banjir di kawasan Jalan Tunggala, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, melalui langkah teknis berkelanjutan yang diarahkan pada solusi jangka panjang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Muh. Jayadi, menyebut penanganan di wilayah tersebut tidak bersifat sementara, melainkan disusun berdasarkan kajian lapangan agar mampu menekan risiko banjir berulang. Sejak kejadian pertama, tim teknis telah melakukan identifikasi penyebab serta merancang langkah mitigasi yang terukur.
Jayadi menjelaskan upaya penanganan terus berjalan secara bertahap. Ia menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan solusi teknis yang diterapkan mampu mengurangi potensi banjir ke depan.
“Penanganan sudah dilakukan dan terus berlanjut. Kami mengarahkan pada solusi teknis supaya kejadian serupa tidak terus berulang,” jelasnya, Rabu (29/4/2026).
Hasil kajian di lapangan menunjukkan bahwa banjir di kawasan Jalan Tunggala dipicu oleh sumbatan lumpur dan sampah di saluran bagian hilir, bukan semata persoalan kapasitas drainase. Sumbatan tersebut sempat membentuk tampungan air alami, namun ketika curah hujan meningkat, tekanan air memicu jebolnya sumbatan dan menyebabkan luapan ke permukiman warga.
Berdasarkan temuan itu, Dinas PUPR Kendari mulai melakukan normalisasi drainase dan pembersihan titik-titik sumbatan sebagai langkah awal. Di saat yang sama, pemerintah juga menyiapkan perencanaan sistem pengendalian air yang lebih permanen.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembangunan kolam retensi dengan mekanisme pintu air, sehingga debit air dapat dikendalikan saat hujan dengan intensitas tinggi. Skema ini dinilai lebih efektif dalam mengurangi potensi genangan dibanding penanganan konvensional.
Jayadi menekankan, pendekatan yang diambil tidak hanya berfokus pada penanganan cepat, tetapi juga pada pembenahan sistem drainase kawasan secara menyeluruh.
“Dari kejadian ini, kami melihat peluang untuk membangun sistem pengendali air yang lebih permanen,” katanya.
Selain aspek teknis, pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat dan pengembang perumahan dalam menjaga fungsi saluran air. Menurutnya, kondisi lingkungan seperti sampah dan perubahan aliran air turut memengaruhi kinerja drainase.
Jayadi memastikan, penanganan banjir di Jalan Tunggala tetap menjadi prioritas, dengan pendekatan berbasis sistem dan perencanaan jangka panjang. Proses ini akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kajian teknis dan dukungan anggaran.
“Kami berkomitmen menghadirkan solusi nyata. Penanganan tidak berhenti, tetapi terus berjalan hingga dampak banjir bisa ditekan,” tutupnya.
Post Views: 185

8 hours ago
3













































