Pesta Panen Padi Tahunan di Walandawe Konawe, Bentuk Warga Routa Jaga Tradisi dan Kebersamaan

14 hours ago 8

Konawe – Warga Desa Walandawe, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar pesta panen padi tahunan pada Sabtu (7/2/2026). Tradisi ini bukan sekadar perayaan panen, tetapi menjadi ruang wujud rasa syukur, kebersamaan yang mempertemukan nilai adat, gotong royong, serta silaturahmi antarwarga di Kecamatan Routa dan sekitarnya.

Pesta panen berlangsung di Desa Walandawe dengan merangkul desa-desa tetangga seperti Desa Wiwirano dan Kelurahan Routa. Sekurang-kurangnya sekitar 100 hektare yang selama setahun terakhir menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Tradisi tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Seluruh kegiatan digelar secara sederhana tanpa konsep seremonial berlebihan dan melakukan doa bersama. Warga terlibat secara sukarela, menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga biaya seadanya agar pesta panen tetap terlaksana. Kesederhanaan justru menjadi kekuatan utama yang membuat tradisi ini terasa kental dan bermakna bagi masyarakat.

Kepala Desa Walandawe, Guslan mengatakan pesta panen padi ini memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar merayakan hasil sawah. Menurutnya, tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus sarana menjaga nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Pesta panen ini adalah wujud syukur kami atas rezeki yang diberikan Allah Swt., sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Routa ini tanah leluhur kami, jadi kami sendiri yang harus merawat dan menjaganya lewat tradisi seperti ini,” ujar Guslan saat dihubungi Kendariinfo.

Dalam rangkaian kegiatan, warga bersama-sama menangkap ikan langsung dari sungai di sekitar lokasi pesta panen. Ikan hasil tangkapan tersebut kemudian dibakar dan disantap bersama. Masing-masing warga juga membawa makanan tradisional seperti burasa, lapa-lapa, ketan, serta aneka pangan lokal lainnya untuk dimakan secara bersama-sama.

Prosesi makan bersama menjadi puncak kebersamaan dalam pesta panen. Tradisi ini melambangkan semangat berbagi rezeki dan mempererat hubungan sosial antarwarga tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Sekitar 200 warga tampak antusias mengikuti pesta panen tahunan tersebut. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua terlibat aktif, menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang kental dengan nilai gotong royong.

Guslan menambahkan bagi masyarakat setempat, pesta panen padi bukan hanya tentang hasil pertanian, tetapi tentang menjaga jati diri. Tradisi ini menjadi pengingat pentingnya hidup selaras dengan alam, menghormati warisan leluhur, serta menanamkan nilai budaya kepada generasi muda agar kearifan lokal tetap lestari di tengah arus zaman.

“Routa ini adalah tanah kita bersama yang diwariskan oleh orang tua dan leluhur. Sudah menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk menjaga alam, tradisi, dan kebersamaan agar tetap lestari. Dengan kebersamaan itu pula kami berharap Routa selalu diberkahi, hasil pertanian melimpah, dan kehidupan warga makin sejahtera,” ujarnya.

Post Views: 69

Read Entire Article
Rapat | | | |