Muna Barat – Aliansi Konsorsium Mahasiswa dan Rakyat Pemerhati Napano Kusambi mendesak Inspektorat Kabupaten Muna Barat (Mubar) segera mengaudit Kepala Desa (Kades) Umba yang diduga tidak transparan mengelola anggaran. Desakan itu disampaikan saat demonstrasi di Kantor Bupati Mubar, Selasa (3/2/2026).
Dalam demonstrasi, massa menuntut Inspektorat Mubar melakukan investigasi pembangunan gedung serba guna dan jalan usaha tani yang dinilai tidak memiliki papan informasi saat pengerjaan. Mereka juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi seluruh kepala desa se-Kecamatan Napano Kusambi atas indikasi dugaan praktik korupsi.
Koordinator Lapangan Aliansi Konsorsium Mahasiswa dan Rakyat Pemerhati Napano Kusambi, Riski, mengatakan kades seharusnya transparan serta akuntabel dalam mengelola anggaran. Namun, pelaksanaan proyek di Desa Umba, Kecamatan Napano Kusambi, dinilai tak sesuai aturan, sebab tidak dilengkapi papan informasi.
“Titik fokus kami, pembangunan gedung serba guna tahun 2025, dan jalan usaha tani anggaran 2024. Seharusnya, papan informasi ditempel sebelum pekerjaan dimulai, tetapi kami tidak melihat itu,” kata Riski kepada Kendariinfo, Selasa (3/2).
Saat melakukan demonstrasi di Inspektorat Mubar, Riski mengungkapkan telah memasukkan laporan secara resmi terkait dugaan pelanggaran pelaksanaan proyek. Kendati demikian, laporan ke aparat penegak hukum masih menunggu respons pemerintah daerah.
“Terkait pelaporan ke aparat penegak hukum, kami menunggu iktikad baik pemerintah daerah. Sekda Mubar tadi bilang akan memanggil pihak terkait. Saya rasa itu respons yang cukup baik,” ungkapnya.
Kades Umba, La Ode Alwi Haidatul, menjelaskan pembangunan gedung serba guna serta jalan usaha tani sebelumnya telah dipasang papan informasi sejak awal pengerjaan. Ia menyebut papan informasi sudah tak ada saat mahasiswa pulang kampung.
“Papan proyek itu ada. Dokumentasinya masih tersimpan. Kemungkinan saat massa aksi pulang kampung, papan informasi telah hilang, sehingga mereka tidak melihatnya,” jelas Alwi kepada Kendariinfo melalui panggilan WhatsApp, Rabu (4/2).
Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Mubar, Ibrahim Rasimu, menyampaikan akan menindaklanjuti tuntutan massa aksi untuk mengevaluasi seluruh kepala desa se-Kecamatan Napano Kusambi. Ia menyatakan pihaknya segera memanggil Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mubar, Nasir, serta Inspektorat Mubar untuk turun langsung melakukan evaluasi dan investigasi lapangan.
“Mengenai tuntutan teman-teman massa aksi, kami akan menindaklanjuti,” ucap Ibrahim saat menemui demonstran, Selasa (3/2).
Hal senada disampaikan Auditor Inspektorat Mubar, Muhammad Yan Surya Pancana. Dia mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti tuntutan massa aksi Aliansi Konsorsium Mahasiswa dan Rakyat Pemerhati Napano Kusambi. Ia juga memastikan bakal melakukan investigasi pekan depan.
“Kami sudah siap melakukan investigasi. Perkiraannya kalau bukan Selasa, hari Rabu,” singkat Surya kepada Kendariinfo, Selasa (3/2).
Post Views: 120

17 hours ago
5















































