Kolaka Timur – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) reguler Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari di Kelurahan Welala, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Koltim melalui program bank sampah.
Program tersebut mengajak masyarakat memilah sampah sekaligus mengolahnya menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.
Penghargaan tersebut diberikan DLHK pada Kamis (6/8/2026) di Kantor Kelurahan Welala dalam kegiatan pengelolaan sampah dan peluncuran program bank sampah yang digagas mahasiswa KKN UIN Kendari.
Koordinator Desa KKN UIN Kendari di Kelurahan Welala, Indi Sari, mengatakan program tersebut lahir setelah mahasiswa melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kami melihat masih kurangnya tempat sampah, terutama di beberapa jalan yang sering dilalui masyarakat. Bahkan, belum ada tempat pembuangan sampah umum. Karena itu, kami memilih bank sampah sebagai salah satu program kerja KKN,” kata Indi kepada Kendariinfo, Senin (10/8).
Program tersebut diwujudkan melalui penyediaan tempat sampah terpilah di Masjid Nurul Jihad Kelurahan Welala. Mahasiswa terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah.
Masyarakat kemudian mengumpulkan sampah dari rumah maupun lingkungan sekitar, seperti kardus, kertas, botol plastik, dan tutup botol. Sampah tersebut selanjutnya dipilah berdasarkan jenis, ditimbang, lalu dikumpulkan hingga jumlahnya mencukupi untuk disalurkan kepada pengepul atau pihak yang dapat mengolahnya kembali.
Indi mengatakan sampah yang terkumpul tidak hanya diarahkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk kerajinan.
“Selain menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang sudah dipilah juga dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Indi, DLHK memberikan penghargaan karena program bank sampah dinilai ikut berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Koltim. Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa kepada pemerintah daerah dan kelurahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah serta mengurangi sampah.
Meski demikian, keterlibatan masyarakat dalam program tersebut masih berada pada tahap awal karena bank sampah baru direalisasikan. Untuk sementara, Remaja Masjid Nurul Jihad bersama pengurus masjid membantu pengumpulan dan pengelolaan sampah.
Tempat sampah terpilah yang disediakan mahasiswa juga berada di area masjid tersebut. Pengurus dan Remaja Masjid Nurul Jihad disiapkan untuk melanjutkan program setelah mahasiswa KKN meninggalkan Kelurahan Welala.
Indi mengatakan jumlah sampah yang terkumpul saat ini belum banyak. Namun, mahasiswa mulai melihat perubahan dari kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah dan lingkungan sekitar.
“Masyarakat juga mulai memahami bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki nilai ekonomi,” imbuhnya.
KKN UIN Kendari di Kelurahan Welala menempatkan 6 mahasiswa dalam 1 posko. Selain Indi Sari sebagai koordinator desa, anggota kelompok tersebut terdiri dari Febriansyah, Aghni Fauziah, Qhoismawati, Isra Nur Faqiyah, dan Delviani Eka Prasetyah.
Post Views: 14

17 hours ago
7
















































