Malaysia – Delegasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendari meraih empat penghargaan dalam International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 6 yang berlangsung di Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 6 – 11 Agustus 2026.
Tiga penghargaan Best Group diraih Immawan Azhar Muhadzib, Immawati Mutiara Ramadhani, dan Immawati Suwarti Setia Ningsih. Sementara Immawati Risdawati meraih penghargaan Best Speaker.
Mentor delegasi IMM Kendari, Immawan Ahmad Baiquni, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil dari kemampuan para kader dalam mengikuti rangkaian kegiatan dan menunjukkan kapasitasnya di hadapan peserta dari berbagai daerah dan negara.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kader IMM Kendari mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan mereka di forum internasional. Yang paling penting, mereka berani menyampaikan gagasan, bekerja sama, dan mengambil peran selama kegiatan,” kata Ahmad Baiquni kepada Kendariinfo, Sabtu (8/8).
Menurut Baiquni, keikutsertaan dalam ICSM Batch 6 tidak semata-mata mengejar penghargaan. Para kader juga mendapat ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan melihat persoalan generasi muda dari sudut pandang yang lebih luas.
“Pengalaman ini jauh lebih besar daripada sekadar penghargaan. Mereka mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan peserta dari negara lain dan belajar memahami persoalan generasi muda muslim dalam konteks yang lebih luas,” ujarnya.
Lima kader IMM Kendari mengikuti kegiatan tersebut. Mereka yakni Azhar Muhadzib, Mutiara Ramadhani, Risdawati, Suwarti Setia Ningsih, dan Ahmad Baiquni yang bertugas sebagai mentor.
Risdawati meraih Best Speaker dalam forum yang membahas persoalan generasi muda Muslim di tengah perkembangan teknologi. Sementara Azhar, Mutiara, dan Suwarti memperoleh penghargaan Best Group.
ICSM Batch 6 mengangkat tema “Disconnected Generation: Faith, Technology and the Crisis of Modern Muslim Youth”. Tema tersebut mengulas kondisi generasi muda yang semakin terhubung melalui teknologi, tetapi pada saat yang sama menghadapi persoalan keterputusan dari kehidupan sosial, kesehatan mental, dan nilai keimanan.
Forum tersebut menghadirkan Dr. Nurul Miza Binti Mohd Rashid dari International Islamic University Malaysia (IIUM) dan content creator Ahmad Widani sebagai pembicara.
Nurul Miza membahas pengaruh teknologi terhadap kondisi mental dan spiritual generasi muda dari perspektif psikologi. Sementara Ahmad Widani mengulas dinamika kehidupan digital serta tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menghadapi media sosial dan perkembangan algoritma.
Para delegasi kemudian mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama pembicara. Mereka mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan sekaligus bertukar pandangan mengenai persoalan generasi muda muslim di era teknologi.
Baiquni berharap capaian tersebut dapat mendorong kader muda IMM di Kendari untuk tidak ragu mengambil kesempatan di ruang yang lebih luas.
“Harapannya, prestasi ini tidak berhenti pada mereka yang berangkat kali ini. Semoga menjadi motivasi bagi kader-kader lain di Kendari untuk terus meningkatkan kapasitas dan berani tampil di forum nasional maupun internasional,” tuturnya.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!
Post Views: 13

15 hours ago
6















































