Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai mencegah stunting sejak masa pranikah dengan mendampingi calon pengantin. Sebanyak 525 tim pendamping keluarga (TPK) dikerahkan untuk memberikan pendampingan berkelanjutan mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki anak di bawah usia dua tahun (baduta).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Kendari, Jahudding, mengatakan pencegahan sejak sebelum kehamilan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan risiko stunting.
Menurutnya, calon pengantin dibekali edukasi agar siap menjalani kehamilan dan membangun keluarga yang sehat. Pendampingan kemudian berlanjut selama masa kehamilan hingga setelah anak lahir, dengan fokus pada pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pola pengasuhan yang tepat.
“Calon pengantin diberikan edukasi agar benar-benar siap memasuki kehamilan, sementara ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki baduta terus didampingi agar memahami pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, dan pola pengasuhan yang baik,” kata Jahudding saat menerima bantuan dari Baznas Kota Kendari, Jumat (7/8/2026).
Hingga akhir Juli 2026, program pendampingan tersebut telah menjangkau sekitar 3.000 keluarga di Kota Kendari. Seluruh kegiatan pendampingan dicatat melalui aplikasi nasional sehingga dapat dipantau secara digital.
“Setiap pendampingan yang dilakukan petugas langsung diinput ke dalam aplikasi. Sampai saat ini tercatat kurang lebih 3.000 keluarga telah mendapatkan pendampingan,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi kesehatan, TPK juga mendampingi keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menerapkan pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pemerintah juga mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Menurut Jahudding, berbagai bahan pangan yang mudah diperoleh di sekitar rumah memiliki kandungan gizi tinggi apabila diolah dengan baik.
“Kami mengajarkan keluarga memanfaatkan makanan berbasis kearifan lokal sebagai sumber gizi. Banyak bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi dan bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga,” katanya.
Pendampingan tersebut berjalan beriringan dengan penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan baduta.
Data DP2KB Kota Kendari mencatat sebanyak 12.720 dari total 14.797 sasaran telah menerima manfaat program MBG. Sementara itu, 2.082 sasaran lainnya masih dalam proses penyaluran.
Kader TPK juga membantu mendistribusikan makanan bergizi kepada sasaran yang membutuhkan pelayanan khusus dengan mengantarkan bantuan langsung ke rumah penerima.
“Untuk sasaran 3B, bantuan harus diantarkan langsung ke rumah. Di sinilah kader-kader TPK berperan membantu proses distribusi sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh sasaran,” jelasnya.
Selain program pemerintah, upaya percepatan penurunan stunting di Kota Kendari turut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Baznas Kota Kendari menyalurkan paket bantuan berisi beras, telur, dan susu kepada 48 sasaran stunting pada Jumat (7/8).
Persaudaraan Madani juga mendampingi ratusan keluarga yang berisiko stunting. Dukungan serupa datang dari sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), di antaranya Alfamidi, Pertamina, PT Albiru, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Post Views: 8

18 hours ago
8















































