Muna – Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muna, Mustajab, akhirnya buka suara terkait Gedung Wisata Kuliner di Desa Motewe, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang kini tampak terbengkalai.
Ia mengungkapkan, kondisi itu disebabkan karena konsep pengelolaannya tidak berjalan sesuai rencana. Ia menjelaskan, pada masa kepemimpinan Rusman Emba sebagai Bupati Muna, dirinya berencana memindahkan lapak kuliner yang berada di sekitar tugu ke kawasan Motewe.
“Dulu masih di zamannya Pak Rusman itu beliau ingin memindahkan lapak yang ada di dekat Tugu Jati, semua mau dipindahkan ke Motewe. Tetapi pasca beliau ditahan dan bertepatan dengan efisensi, maka akan yang terlaksana hanya yang itu (gedungnya),” ujarnya kepada Kendariinfo saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (13/4/2026).
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muna, Mustajab. Foto: La Ode Muhammad Ismail/Kendariinfo. (13/4/2026).Ia mengungkapkan, alasan pemindahan lapak ke Motewe didasarkan pada letak bangunan yang berada di jalur menuju Kantor Bupati Muna. Dengan posisi tersebut, pemerintah baik dari tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat yang melakukan kunjungan kerja dapat melihat langsung lokasi tersebut.
Pemindahan itu juga dilakukan guna menghilangkan kesan kumuh di sekitar Tugu Jati yang selama ini dipergunakan sebagai tempat lapak kuliner.
“Jadi kan di situ kelihatan kumuh. Jadi untuk menghilangkan kesan itu beliau ingin mengosongkan lapak di situ (sekitar Tugu Jati) dan memindahkan ke Motewe,” ungkapnya.
Namun dengan kondisi yang ada saat ini, gedung ini rencananya bakal dipinjampakaikan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk wilayah kepulauan.
“Ini sudah ada surat yang masuk dari balai BWS yang bermohon menggunakan bangunan tersebut untuk digunakan sebagai semacam kantor pembantunya BWS di kepulauan. Itu yang dipilih Kabupaten Muna kemarin,” ucapnya.
Ia mengatakan, permohonan itu disetujui Bupati Muna, Bachrun Labuta. Rencananya, BWS bakal melakukan penambahan bangunan baru yang bersumber dari anggarannya sendiri.
Untuk diketahui. diberitakan sebelumnya, bangunan yang berdiri di area bekas Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Muna ini tampak terbengkalai. Berdasarkan pantauan Kendariinfo di lokasi pada Rabu (1/4), terlihat bangunan ini sudah mengalami kerusakan dan area sekitarnya dipenuhi rumput tinggi.
Sejak rampung pada tahun 2024, hingga memasuki tahun 2026 gedung tersebut belum juga difungsikan sebagai pusat wisata kuliner sesuai tujuan pembangunannya.
Post Views: 184

7 hours ago
3














































