Aksi Solidaritas FPN Kendari, Desak Pemerintah Tegas Terhadap Israel

6 hours ago 3

Kendari – Komunitas Free Palestine Network (FPN) Pokja Kendari menggelar aksi solidaritas atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam serangan zionis Israel.

Aksi tersebut berlangsung pada Minggu (5/4/2026) pagi di depan Museum Sulawesi Tenggara (Sultra), Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Adapun tiga prajurit yang gugur ialah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Ketiganya gugur saat menjalankan tugas sebagai anggota perdamaian di Lebanon.

Praka Farizal meninggal dunia pada Minggu (29/3). Sementara itu, Kapten (Inf) Zulmi dan Sertu Muhammad meninggal dunia pada Senin (30/3).

Sejumlah komunitas turut terlibat dalam aksi tersebut, di antaranya Gowes Sultra Cycling Community (GSCC), Majelis taklim Nurul Husna Azatata, Dasa Wisma Anggrek Azatata, Muslimah ABI, serta grup English on the Spot. Para peserta secara bergantian menyampaikan orasi, puisi, serta lagu sebagai dukungan dalam aksi tersebut.

Koordinator FPN Pokja Kendari, Rahmawati Amin, menyampaikan aksi tersebut bertujuan memberi dukungan moral kepada keluarga korban. Selain itu, mendesak pemerintah untuk menolak zionis Israel agar tidak terlibat kerja sama dalam bentuk apapun, serta meminta Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).

Rahma mengimbau masyarakat agar senantiasa menyuarakan kebenaran secara konsisten. Menurutnya, proses perjuangan yang berkelanjutan akan memengaruhi hasil akhir sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

“Kita jangan bosan atau lelah bersuara, itu intinya. Setiap perjuangan butuh kesinambungan, ibarat air yang menetes sedikit demi sedikit yang akhirnya dapat menghancurkan batu yang keras,” ujar Rahma.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) FPN, Furqan AMC, menyatakan aksi yang dilakukan secara nasional ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempertegas kebijakan luar negeri yang ditetapkan, khususnya dalam menentang penjajahan sebagaimana amanat yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Furqan menilai ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi agresi militer Israel, baik konflik di Palestina dan ketegangan dengan Iran, masih dipertanyakan oleh masyarakat.

Sekalipun Presiden telah melakukan berbagai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 hingga Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait perlawanan terhadap imperialisme, masyarakat menilai hingga kini belum terlihat sikap yang tegas dari pemerintah terhadap zionis Israel.

“Kita khawatir publik menilai Presiden tidak konsisten dan hanya beretorika dalam melawan imperialisme,” ungkap Furqan melalui keterangan resmi.

Melalui aksi tersebut, Furqan menyoroti kebijakan pemerintah yang melakukan perjanjian dagang bersama Amerika Serikat (AS). Ia juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terkait rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza serta keberadaan pasukan perdamaian Indonesia yang masih ditempatkan di Lebanon.

Post Views: 174

Read Entire Article
Rapat | | | |