Sulawesi Tenggara – Andi Sumangerukka atau yang akrab disapa ASR resmi menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2025 – 2030. Sosok purnawirawan TNI AD itu sebelumnya dikenal sebagai Panglima Kodam XIV/Hasanuddin dan memiliki pengalaman panjang di dunia militer serta politik.
ASR lahir pada 11 Maret 1963. Ia merupakan putra Mayor (Purn) TNI H. Syam Daud dan Andi Azizah. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. ASR menghabiskan masa kecilnya di Kota Kendari, tepatnya di Kampung Salo, sebuah kawasan di Kota Lama.
Perjalanan Karier dan Latar Belakang Militer
Pendidikan dasar ia tempuh di SD Teladan Kendari. Dia melanjutkan ke SMPN 1 dan SMAN 3 Makassar. Ketertarikannya pada dunia militer membawanya masuk Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1984 dan lulus pada 1987 dengan kecabangan Artileri Pertahanan Udara.
Karier militernya terbilang gemilang. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Arhanudse 13/Parigha Bhuana Yudha (2003 – 2007) dan Asisten Intelijen Kodam I/Bukit Barisan (2007 – 2012). Setelah itu, ia diangkat menjadi Komandan Korem 143/Halu Oleo (2012 – 2013), Inspektur Kodam V/Brawijaya (2013 – 2015), dan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sulawesi Tenggara (2015 – 2019).
Kariernya semakin menanjak saat dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik Badan Intelijen Negara (2019 – 2020) sebelum akhirnya menjabat sebagai Panglima Kodam XIV/Hasanuddin (2020 – 2021). Jabatan itu menjadi posisi terakhirnya di militer sebelum beralih ke dunia politik.
Langkah Besar di Dunia Politik
Setelah pensiun dari militer, ASR terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pada tahun 2021, ia ditunjuk sebagai Ketua DPW PPP Sultra.
Tak hanya itu, dalam Pemilu 2024, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Sultra untuk pasangan Ganjar-Mahfud, yang diusung koalisi PDIP, Perindo, Hanura, dan PPP. Pada tahun yang sama, ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Sultra berpasangan dengan Hugua, mantan Bupati Wakatobi. Kemenangan dalam Pilgub 2024 mengantarkannya sebagai Gubernur Sultra periode 2025 – 2030.
Aktivitas di Luar Politik
Selain di dunia politik, ASR juga aktif di berbagai organisasi. Ia juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sultra sejak 2022, serta Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sultra. Pada 2024, ia juga didapuk sebagai Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Sultra.
Harta Kekayaan
ASR masuk dalam deretan lima besar kepala daerah terkaya di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Perangkingan itu berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan para calon kepala daerah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
ASR mencatatkan total kekayaan sebesar Rp623,54 miliar (data per 26 Agustus 2024) hanya kalah dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, di posisi pertama dengan total kekayaan Rp709,76 miliar per 15 Oktober 2024.
Posisi ketiga hingga kelima berturut-turut ditempati Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dengan total kekayaan Rp414,80 miliar per 31 Desember 2023; Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dengan total kekayaan Rp178,93 miliar per 31 Desember 2023; Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dengan total kekayaan Rp165,81 miliar per 31 Desember 2023.
Khusus untuk Gubernur Sultra, ASR, akumulasi hartanya tersebut berasal dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak, surat berharga, serta kas atau setara kas pribadi. Tanah serta bangunan yang dilaporkan ASR tersebar di Kota Bekasi, Kota Pekanbaru, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Konawe, Kota Kendari, dan Kabupaten Gowa.
Dia juga melaporkan harta kekayaan berupa alat transportasi dan mesin. ASR tercatat memiliki 10 unit mobil, 1 motor, 2 kapal laut atau perahu, 3 jetski, dan 4 sepeda serta harta bergerak lainnya senilai Rp4 miliar, surat berharga Rp138 miliar, dan kas atau setara kas Rp351 miliar.
Post Views: 126