Kendari – Kota Kendari tercatat sebagai daerah dengan jumlah calon jemaah haji terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Berdasarkan data sebaran terbaru, Kota Kendari menempati posisi teratas dengan 546 calon jemaah, mengungguli seluruh kabupaten dan kota lainnya di wilayah Sultra.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kolaka dengan 432 jemaah, disusul Kabupaten Konawe 171 jemaah. Kemudian Kolaka Utara (Kolut) 141 jemaah, Kolaka Timur (Koltim) 131 jemaah, dan Kota Baubau 130 jemaah. Selanjutnya, Kabupaten Bombana 128 jemaah, Konawe Selatan (Konsel) 99 jemaah, Wakatobi 64 jemaah, dan Muna 57 jemaah.
Adapun daerah dengan jumlah lebih sedikit yakni Konawe Utara (Konut) 30 jemaah, Buton Tengah (Buteng) 27 jemaah, Buton Selatan (Busel) 25 jemaah, Muna Barat (Mubar) 19 jemaah, Buton Utara (Butur), Konawe Kepulauan (Konkep) 12 jemaah, serta Kabupaten Buton 11 jemaah. Data tersebut belum termasuk petugas pendamping haji.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Lalan Jaya, menjelaskan total kuota haji Sultra tahun 2026 mengalami penambahan setelah mendapat limpahan dari beberapa provinsi lain.
“Kuota awal Sultra berjumlah 2.063 orang, kemudian kami memperoleh tambahan 15 kursi dari provinsi yang kuotanya tidak terserap, sehingga totalnya menjadi 2.078 orang,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia merinci tambahan kuota tersebut berasal dari Papua tiga orang, Lampung dua orang, Jawa Barat (Jabar) empat orang, dan DKI Jakarta enam orang. Dengan tambahan itu, jumlah jemaah reguler Sultra mencapai 2.064 orang, ditambah sepuluh Petugas Haji Daerah (PHD) serta empat orang dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Namun demikian, terdapat dinamika mutasi keberangkatan. Sebanyak 34 jemaah tercatat mutasi keluar, sedangkan lima jemaah mutasi masuk, sehingga selisih mutasi mencapai 29 orang.
“Setelah memperhitungkan mutasi, jumlah riil jemaah yang berangkat melalui embarkasi Makassar menjadi 2.049 orang,” kata Lalan.
Selain PHD dan KBIHU, pemerintah juga menyertakan 22 petugas kloter yang meliputi Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta tenaga paramedis untuk menjamin kelancaran ibadah para jemaah.
Dengan komposisi tersebut, total keseluruhan jemaah dan petugas haji Sultra tahun ini mencapai 2.071 orang.
Lalan menegaskan, pihaknya terus memaksimalkan persiapan mulai dari aspek administrasi hingga layanan kesehatan agar seluruh calon jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
“Kami terus menyempurnakan persiapan, baik administrasi, kesehatan, maupun pelayanan, sehingga jemaah bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
Bertambah 15 Orang Kuota Haji Sultra 2026 Jadi 2.078 Jemaah, Pemberangkatan Perdana 13 Mei
Post Views: 101

13 hours ago
4














































