Wakatobi – Kelompok Konservasi Keme Pesisir menanam sebanyak 10.000 bibit mangrove di pesisir Kelurahan Onemay, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan yang berlangsung pada 10 – 11 Juni 2026 itu menjadi upaya pemulihan ekosistem mangrove sekaligus mendukung target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 melalui pendanaan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembersihan lokasi penanaman, pemasangan ajir, distribusi bibit, penyuluhan lingkungan, hingga penanaman mangrove. Penanaman dilakukan di area seluas kurang lebih 1 hektare menggunakan metode rumpun berjarak.
Peserta penanaman 10.000 bibit mangrove di pesisir Kelurahan Onemay, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (11/6/2026).Sejumlah bibit yang ditanam berasal dari jenis mangrove lokal, seperti Rhizophora sp., Bruguiera sp., dan Ceriops sp. Penanaman diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir sekaligus meningkatkan keberhasilan rehabilitasi mangrove dalam jangka panjang.
Kehadiran bibit dengan jumlah fantastis itu juga menjadi langkah melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dan gelombang, menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, moluska, dan biota lainnya. Selain itu, mangrove merupakan salah satu ekosistem dengan kemampuan menyerap dan menyimpan karbon tinggi, sehingga berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Ketua Kelompok Konservasi Keme Pesisir, Sitti Sumis, mengatakan kegiatan juga berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi. Hal itu diupayakan melalui keterlibatan masyarakat lokal secara langsung pada seluruh tahapan kegiatan.
Sitti melibatkan sebanyak 185 orang yang berasal dari Balai Taman Nasional Wakatobi, unsur pemerintah, lembaga pendidikan, kelompok masyarakat, komunitas pecinta alam, tenaga kesehatan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan masyarakat umum.
“Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pemulihan lingkungan pesisir, tetapi juga meningkatkan kapasitas kelompok dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi,” kata Sitti, Sabtu (13/6/2026).
Post Views: 8

3 hours ago
6















































