Kendari – Siswi kelas VI SDN 84 Kendari Kuncup Pertiwi, Kheyla Salsabila Awaluddin, mempersembahkan pencapaian manis menjelang kelulusannya.
Mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) di ajang Little Miss Supra Star Indonesia 2026 di Batam, pada 17 – 20 Juni 2026. Kheyla berhasil meraih 4th Runner Up dan Best Evening Gown.
Prestasi tersebut menjadi hadiah terakhir yang dipersembahkan Kheyla untuk sekolahnya sebelum menuntaskan pendidikan di bangku sekolah dasar.
Kheyla mengaku bangga atas capaian yang diraihnya setelah melalui berbagai persiapan sebelum mengikuti masa karantina. Menurutnya, penghargaan itu bukan hanya miliknya seorang, tetapi juga dipersembahkan untuk Sultra, keluarga, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya.
“Alhamdulillah semua persiapan terbayar. Ini bukan hanya untuk Key, tetapi juga untuk provinsi tercinta, keluarga, coach, dan semua yang sudah membantu,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Meski belum berhasil menjadi pemenang utama, Kheyla mengaku tetap bersyukur. Ia menganggap pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga untuk terus berkembang dan tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Sebelum bertolak ke Batam, Kheyla mempersiapkan diri secara matang. Ia mengikuti latihan public speaking, memperdalam teknik catwalk, hingga menyiapkan berbagai kebutuhan penampilan selama kompetisi berlangsung.
Pada sesi evening gown, Kheyla tampil percaya diri dengan gaun berwarna merah. Warna tersebut dipilih untuk menggambarkan keberanian, sementara detail payet, kristal, dan manik-manik yang menghiasi gaunnya melambangkan tekad untuk terus bersinar di atas panggung.
Tak hanya menunjukkan kemampuan di dunia pageant, Kheyla juga memanfaatkan panggung nasional untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sultra. Dalam sesi speech, ia memilih mengangkat Gua Liangkobori sebagai warisan sejarah yang patut dikenal masyarakat luas.
Menurut Kheyla, Gua Liangkobori yang berlokasi di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna memiliki keunikan karena menyimpan lukisan prasejarah yang menggambarkan kehidupan manusia ribuan tahun silam. Ia juga bangga karena layang-layang tertua di dunia Kaghati Kolope ditemukan di wilayah Muna.
“Gua Liangkobori adalah warisan leluhur yang sangat berharga dan harus kita jaga bersama,” katanya.
Di balik pencapaiannya, Kheyla mengaku tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi ialah menjaga konsistensi dan tetap fokus pada kemampuan diri sendiri tanpa membandingkan diri dengan peserta lain.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya, pelatih, tim pendukung, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga kompetisi berakhir.
Bagi Kheyla, penghargaan yang diraih di Little Miss Supra Star Indonesia 2026 menjadi langkah awal untuk terus mengukir prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. Ia berharap generasi muda Sultra dapat ikut mengambil peran dalam memperkenalkan budaya, destinasi wisata, dan peninggalan sejarah daerah kepada masyarakat luas.
“Berani mencoba dan jangan takut gagal,” ucapnya.
Usai kompetisi, Kheyla mengaku ingin kembali fokus menjalani aktivitas sebagai pelajar. Ia juga bertekad mempersiapkan diri lebih baik untuk mengikuti ajang-ajang berikutnya.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung. Key akan terus berkarya dan berusaha mengukir prestasi untuk dipersembahkan kepada Sultra,” tutupnya.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!
Post Views: 2

1 day ago
16
















































