Kendari – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman almarhumah Dra. Hj. Sri Yastin Asrun, M.M., yang berlangsung di Desa Puluwaru, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (16/6/2026). Ribuan pelayat dari berbagai kalangan turut mengantarkan sosok yang dikenal sebagai birokrat senior, tokoh perempuan, dan pegiat sosial keagamaan itu ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhumah terlebih dahulu mengikuti rangkaian prosesi adat Tolaki Mosehe Wonua dan disalatkan di Masjid Aljariah. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah diberangkatkan menuju lokasi pemakaman.
Kepergian Sri Yastin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya Kota Kendari. Semasa hidupnya, ia dikenal aktif mengabdikan diri di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pemberdayaan perempuan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga keagamaan.
Perempuan kelahiran Kendari, 3 Februari 1961 itu mengembuskan napas terakhir di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Senin (15/6).
Dalam perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN), Sri Yastin mengabdikan diri selama puluhan tahun di lingkungan Pemerintah Kota Kendari. Ia menutup masa pengabdiannya dengan jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari serta pensiun dengan pangkat Pembina Utama Madya.
Selain dikenal sebagai birokrat, Sri Yastin juga memiliki peran penting dalam berbagai organisasi perempuan. Saat mendampingi suaminya, mantan Wali Kota Kendari Asrun, ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Ketua Dekranasda Kota Kendari.
Di bidang sosial dan keagamaan, almarhumah masih aktif hingga akhir hayatnya sebagai Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Kendari periode 2025 – 2030. Ia juga dipercaya memimpin Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari.
Bagi banyak orang, Sri Yastin dikenang sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan dekat dengan masyarakat. Perhatiannya terhadap pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, pelestarian budaya, serta kegiatan keagamaan menjadi jejak pengabdian yang membekas di tengah masyarakat.
Dalam kehidupan keluarga, almarhumah merupakan istri dari mantan Wali Kota Kendari, Asrun. Dari pernikahan yang berlangsung sejak 10 Januari 1987, keduanya dikaruniai dua putra, yakni Asrizal Pratama Putra dan Adriatma Dwi Putra (ADP). Ia juga meninggalkan dua menantu, Andi Dea Lovitasari Asweda dan Siska Karina Imran, serta enam cucu.
Riwayat pendidikannya dimulai di SD Woone, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Pondidaha dan SMA Wowotobi. Sri Yastin meraih gelar Sarjana Ekonomi Koperasi di Universitas Halu Oleo (UHO) pada 1989, lalu menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di universitas yang sama pada 2011.
Kabar Duka, Mantan Ketua TP PKK Kendari Sri Yastin Asrun Tutup Usia
Post Views: 16

13 hours ago
9
















































