Potret Memprihatinkan SMAN 2 Wangiwangi di Wakatobi, Guru Tetap Mengajar di Tengah Keterbatasan

6 hours ago 3

Wakatobi – Di saat sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk menimba ilmu, siswa siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Wangiwangi terpaksa tetap menjalani proses pembelajaran di tengah kerusakan ruang kelas.

Saat ditelusuri Kendariinfo pada Senin (15/6/2026), kondisi sekolah yang berlokasi di Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), ini terlihat begitu memprihatikan.

Dari 17 kelas yang tersedia, 7 di antaranya masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar meski kondisinya kurang layak. Plafon terlihat lembab dan terbuka akibat rembesan air hujan dari atap yang bocor, material meja mulai lapuk, serta sejumlah kursi mengalami kerusakan pada bagian sandaran.

Kondisi tiang penyangga yang terputus dengan lantai teras ruang kelas SMAN 2 Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi.Kondisi tiang penyangga yang terputus dengan lantai teras ruang kelas SMAN 2 Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi. Foto: Wa Listiani/Kendariinfo. (15/6/2026).

Selain itu, hampir seluruh kaca jendela di ruang kelas itu pecah. Mirisnya, terdapat 3 ruang kelas yang bahkan tidak dapat lagi difungsikan. 2 di antaranya justru tidak lagi memiliki daun pintu. Sementara itu, 1 ruang kelas lainnya disegel menggunakan kayu karena kerusakannya dinilai cukup parah.

Kerusakan juga terlihat pada bagian struktur bangunan, yakni tiang penyangga yang terputus dari lantai teras kelas.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 2 Wangiwangi, Mirwan Alamsyah, mengatakan sejumlah ruang kelas tersebut juga tidak lagi memiliki instalasi listrik. Meski demikian, proses pembelajaran tetap berlangsung dan para guru tetap melaksanakan kewajiban mengajarnya.

Mirwan mengakui guru di sekolahnya memiliki dedikasi sangat tinggi di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi. Kondisi tersebut makin menjadi sorotan usai adanya laporan ke pihak aparat penegak hukum terkait indikasi penyalahgunaan biaya operasional sekolah (BOS) SMAN 2 Wangiwangi tahun anggaran 2021 hingga 2025

“Pembelajaran masih tetap. Semua guru ini sangat tangguh walaupun dengan keadaan seperti itu. Kalau hujan, kita atur supaya tidak kena. Ini tempat mencerdaskan anak bangsa, tapi ruangannya seperti itu. Kursi pun rusak gara-gara kena bocoran hujan,” ungkap Mirwan saat ditemui Kendariinfo di ruangannya, Senin (15/6).

Mirwan menuturkan sempat mendengar rencana perbaikan infrastruktur SMAN 2 Wangiwangi melalui bantuan pendidikan yang disampaikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dalam pembukaan Harmoni Sultra ke-62 di Kota Kendari pada Jumat (24/4) lalu. Namun, ia tidak mengetahui pasti kapan akan direalisasikan.

Dalam rencana perbaikan itu, Mirwan menyebut sebanyak 10 ruang kelas yang diajukan untuk rehabilitasi. Akan tetapi, perbaikannya tidak dilakukan serentak. Meski begitu, ia berharap rencana tersebut dapat segera terlaksana. Pasalnya, jika kerusakan bangunan terus dibiarkan, kondisi itu dikhawatirkan makin berisiko membahayakan keselamatan warga sekolah.

Adapun ruangan yang kondisinya masih cukup normal (hanya bagian teras yang plafonnya terbuka serta jendela rusak berkisar satu sampai dua jendela) tersisa tujuh kelas saja. Mirwan menilai tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan dua sesi (pagi dan siang) menggunakan kelas tersisa apabila kelas yang lain makin rusak parah.

Post Views: 29

Read Entire Article
Rapat | | | |