Konawe Utara – Pantai Wale, yang berlokasi di Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan salah satu destinasi wisata pesisir yang cukup diminati oleh wisatawan lokal. Selain dikunjungi oleh masyarakat Konut, pantai ini juga kerap didatangi pelancong dari berbagai daerah di Sultra untuk berkemah.
Kawasan pantai ini memiliki daya tarik utama berupa bentangan pasir putih dan air laut yang jernih. Salah satu karakteristik fisik yang membedakannya dengan pantai lain adalah keberadaan sebuah aliran kali atau sungai dengan arus yang tenang di sekitar area wisata.
Kali ini sebagai pembatas alami yang memisahkan kawasan Pantai Wale dengan Pantai Taipa di Kecamatan Lembo, dan sering dimanfaatkan pengunjung sebagai lokasi memancing ikan.
Pantai Wale, yang berlokasi di Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Foto: Istimewa. (21/6/2026).Akses menuju Pantai Wale tergolong memadai karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konut telah melakukan pengaspalan jalan langsung ke lokasi tujuan. Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, pihak pengelola menyediakan beberapa fasilitas penunjang.
Pengunjung dapat menyewa gazebo atau pondok peristirahatan kayu dengan tarif berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per unit. “Kalau gazebo Rp200.000 untuk menginap. Kalau tidak meninginap Rp150.000,” kata Winda, salah satu pengelola wisata Pantai Wale saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).
Bagi yang ingin bermalam, tersedia penginapan villa dengan tarif sewa sekitar Rp600.000 hingga Rp1.200.000 per malam. “Villa batu AC Rp600.000. Villa kayu dua kamar Rp1.200.000,” lanjutnya.
Selain itu, pengelola menyediakan lahan bagi pengunjung yang ingin mendirikan tenda atau berkemah (camping ground) di sekitar pesisir pantai. “Pasang tenda Rp15.000 per tenda,” ujarnya.
Fasilitas sanitasi berupa kamar mandi umum juga sudah tersedia dengan tarif Rp5.000 untuk buang air kecil dan Rp10.000 untuk mandi atau buang air besar. Sedangkan, jasa sewa ban dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000.
“Sewa ban Rp15.000 yang kecil dan yang besar Rp20.000,” beber Winda.
Sementara itu, wisatawan asal Kota Kendari bernama Pendi (31) yang berkunjung ke Pantai Wale pada Sabtu (20/6) dan Minggu (21/6) mengaku, berkemah bersama keluarganya untuk menikmati suasana pantai tersebut.
“Bintang empat pokoknya, suasananya tenang dan nyaman,” kata Pendi saat ditemui Kendariinfo di salah satu kafe di Kendari, Selasa (23/6).
Kunjungan ke Pantai Wale dapat meningkat saat momentum libur nasional. Di masa libur Iduladha 1447 Hijriah pada akhir Mei 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung tercatat berkisar 250 hingga 270 orang, dengan kendaraan yang masuk mencapai sekitar 40 – 50 unit mobil dan 40 – 60 unit sepeda motor.
Keberadaan Pantai Wale menjadi bagian penting yang mendorong prestasi Desa Ulu Sawa di tingkat nasional. Pada tahun 2025, Desa Ulu Sawa tercatat pernah mewakili pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI di tingkat Provinsi Sultra. Saat itu, Desa Ulu Sawa berhasil menembus peringkat tiga besar di ajang tersebut.
Potensi Pantai Wale juga dipromosikan di kancah nasional oleh wanita asal Konut, Alifia Ull Khairiyah yang meraih juara II pada ajang Supra Stars Indonesia 2026 di Kota Batam pada 17 – 20 Juni.
Dalam presentasinya, Alifia memperkenalkan keindahan alam Pantai Wale serta keunikan kuliner tradisional pesisir berbahan sagu seperti sinole dan makanan khas sinonggi.
“Yuk berkunjung ke Pantai Wale. Rasakan keindahan alamnya dan cicipi kelezatan kuliner khasnya,” kata Alifia, Sabtu (20/6).
Post Views: 19

6 hours ago
6
















































