Pemuda Kendari Wakili Indonesia dalam ACWAY Global Youth Forum 2026 di Uzbekistan

3 hours ago 10

Kendari – Wira Muhammad Rafli, pemuda asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam ACWAY Global Youth Forum 2026 di Tashkent, Uzbekistan, pada 8 – 10 Juni 2026.

Kesempatan itu mengantarkannya bertukar gagasan dengan pemuda dari berbagai belahan dunia tentang perdamaian, toleransi, dan penguatan hubungan antar-komunitas yang beragam.

Forum internasional itu diikuti puluhan peserta dari negara-negara di Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika. Selama tiga hari, para delegasi mengikuti dialog lintas budaya dan agama, pelatihan kepemimpinan, pertukaran budaya, serta penyusunan proyek sosial yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing.

Peserta ACWAY Global Youth Forum 2026 di Tashkent, Uzbekistan.Peserta ACWAY Global Youth Forum 2026 di Tashkent, Uzbekistan. Foto: Istimewa.

ACWAY atau A Common Word Among Youth merupakan program fellowship berbasis di Britania Raya yang telah berlangsung sejak 2015. Program itu mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk membangun pemahaman bersama dan mendorong lahirnya inisiatif sosial yang berdampak di tingkat komunitas.

Rafli mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari forum tersebut. Menurutnya, pertemuan dengan peserta dari berbagai negara memberinya banyak pelajaran tentang cara merawat keberagaman tanpa mengorbankan persatuan.

“Melalui diskusi satu sama lain, saya mengetahui bagaimana mereka membangun kolaborasi, mengelola perbedaan, dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang beragam di negara asal mereka masing-masing,” kata Rafli kepada Kendariinfo, Jumat (12/6/2026).

Ia menuturkan setiap peserta didorong menyusun gagasan proyek sosial yang dapat dijalankan setelah kembali ke negaranya. Proyek tersebut berfokus pada penguatan dialog, peningkatan pemahaman lintas budaya dan agama, serta upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif.

Bagi Rafli, pengalaman mengikuti ACWAY Global Youth Forum 2026 membuka pandangannya mengenai besarnya peran generasi muda dalam mengikis stereotip dan membangun empati di tengah perbedaan.

“Salah satu hal yang paling saya pelajari adalah perbedaan tidak harus menjadi sumber perpecahan. Dengan ruang dialog yang aman dan kesempatan untuk saling mengenal, anak muda dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antar-komunitas, budaya, maupun keyakinan yang berbeda,” ujarnya.

Rafli berharap pengalamannya selama mengikuti forum internasional itu dapat menjadi bekal untuk menghadirkan inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menginspirasi lebih banyak anak muda di Sultra agar berani mengambil peluang di tingkat global.

Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!

Post Views: 8

Read Entire Article
Rapat | | | |