Wakatobi – Potret Jembatan Pelangi yang terletak di Desa Mola Nelayan Bhakti, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini berubah drastis sejak 2017 silam.
Tempat wisata yang menjadi ikon perkampungan Bajo Mola itu kini berbanding terbalik dengan sebelumnya. Panorama jembatan yang dahulu penuh warna-warni kini terlihat suram.
Kepala Desa Mola Nelayan Bhakti, Derdi, menyampaikan bahwa ia sempat melihat desain terbaru Jembatan Pelangi tersebut pada perencanaan jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Wangiwangi Selatan, yakni Numana dan Kapota.
Potret Jembatan Pelangi di Desa Mola Nelayan Bhakti, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Foto: Wa Listiani/Kendariinfo. (5/2/2026).“Kemarin pernah saya lihat desainnya pada waktu perencanaan jembatan Numana-Kapota. Dulu pernah direncanakan itu. Setelah direncanakan sekaligus juga diperlihatkan Jembatan Pelangi,” ujarnya saat ditemui Kendariinfo di kediamannya, Kamis (5/2/2026).
Derdi menyebut desain yang sempat diperlihatkan setelah kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI) ketujuh, Joko Widodo, tampak sangat bagus dan dilengkapi dengan jembatan apung serta area bersantai.
Joko Widodo tercatat pernah berkunjung langsung di Desa Mola Nelayan Bhakti pada Kamis (9/6/2022), dalam agenda penyerahan sertifikat hak tanah kepada masyarakat suku Bajo Mola sebagai bagian dari agenda Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit 2022.
“Ada desain terbarunya. Pokoknya bagus sekali desain Jembatan Pelangi waktu itu, setelah presiden datang ke sini. Saya kira itu akan berlanjut. Ternyata sampai sekarang belum ada realisasi. Ada jembatan apungnya saya lihat. Ada tempat nongkrongnya,” tuturnya.
Potret Jembatan Pelangi di Desa Mola Nelayan Bhakti, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi pada tahun 2017. Foto: Istimewa.Derdi mengira melalui desain tersebut akan berlanjut ke tahap realisasi. Namun, kenyataannya belum dilakukan sama sekali hingga hari ini.
Post Views: 89

1 day ago
9











































