Disperindag Sultra Hadirkan Pasar Murah Selama 4 Hari, Langkah Stabilisasi Harga Jelang Ramadan

15 hours ago 3

Kendari – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pasar murah sebagai langkah stabilisasi harga menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah serta respons akibat inflasi daerah yang mencapai 5,10 persen. Kegiatan ini berlangsung pada 10 – 13 Februari 2026 di Halaman Kantor Disperindag Sultra, Jalan H. Andi Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Dalam pasar murah ini sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih murah, di antaranya bawang merah Rp35 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 ribu per kilogram, telur Rp56 ribu per rak, beras jenis Anoa Sultra 10 kilogram Rp145 ribu, beras jenis SPHP 5 kilogram Rp58 ribu, minyak goreng merek Minyakita 1 liter Rp15.500, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, minyak goreng merek Bimoli 5 liter Rp107 ribu, serta Bimoli 2 liter Rp41 ribu.

Pasar Murah tersebut digelar menyusul kondisi inflasi Sultra yang tercatat mencapai 5,10 persen, tertinggi kedua secara nasional. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, La Ode Fitrah Arsyad, mengatakan pelaksanaan pasar murah merupakan tindak lanjut rapat gabungan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta arahan pimpinan daerah.

“Kegiatan hari ini adalah bentuk tindak lanjut dari rapat gabungan TPID, karena memang inflasi kita saat ini di 5,10 persen, tertinggi kedua di Indonesia. Sehingga menindaklanjuti hasil rapat dan juga arahan pimpinan untuk melaksanakan program strategis, salah satunya dengan melaksanakan pasar murah ini,” kata Fitrah, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, pasar murah dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (13/2). Namun, durasi pelaksanaannya masih akan menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.

“Program ini kami laksanakan sampai hari Jumat. Tentunya nanti kita akan lihat antusias masyarakat. Apabila masyarakat masih membutuhkan, maka kita akan laksanakan hingga sebelum puasa. Satu minggu sebelum Idulfitri, tetap kami akan buka kembali untuk melakukan stabilitas harga menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Disperindag Sultra menggandeng sejumlah distributor untuk menyediakan bahan pokok dengan harga distributor. Komoditas yang dijual merupakan kebutuhan utama masyarakat yang selama ini menjadi penyumbang inflasi.

“Yang kita jual hari ini adalah bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat dan juga bersama teman-teman dari distributor yang menjual berbagai produk dengan harga distributor,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas bahan pokok seperti beras, bawang, dan telur menjadi penyumbang inflasi di Sultra, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Kalau melihat data dari BPS, memang penyumbang inflasi kita saat ini itu bahan pokok dan ini menjadi PR kami bersama TPID untuk melaksanakan program-program yang langsung mengarah ke masyarakat terkait stabilitas harga,” tandasnya.

Post Views: 99

Read Entire Article
Rapat | | | |