Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Pemkot Kendari Intensifkan Pemangkasan di Titik Rawan

1 day ago 8

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengintensifkan pemangkasan pohon di sejumlah titik rawan menyusul meningkatnya risiko bencana akibat angin kencang dan hujan berintensitas tinggi yang terjadi belakangan ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan Kota Kendari saat ini mulai memasuki fase cuaca ekstrem. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada awal Maret hingga Mei 2026.

“Kalau berdasarkan data BMKG yang kami terima, memang Kota Kendari itu akan memasuki puncak cuaca ekstrem pada awal Maret sampai Mei 2026. Walaupun demikian, Februari ini masih dalam taraf normal, tetapi ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi meskipun sebentar itu bisa berefek,” kata Cornelius, Senin (9/2/2026).

Ia mengungkapkan, dampak cuaca tersebut sudah mulai dirasakan, bahkan telah menimbulkan korban. Salah satunya peristiwa bencana yang menimpa Lurah Talia, Rachmat Aboe Kasim akibat pohon tumbang.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD bersama Pemkot Kendari menggelar rapat koordinasi. Dalam rapat itu, pimpinan daerah memerintahkan agar pemangkasan pohon dilakukan lebih intensif sebagai langkah mitigasi.

“Kami sudah rapat bersama Pemkot Kendari dan pimpinan memerintahkan kami untuk lebih intens lagi melakukan pemangkasan pohon dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem ini,” ujarnya.

Cornelius menyebutkan, pemangkasan pohon akan dilakukan secara simultan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari. Tim gabungan akan dibagi menjadi dua kelompok yang fokus menyasar jalan poros dan jalan lingkungan di wilayah rawan.

“Nantinya kami terbagi dalam dua tim yang akan melakukan pemangkasan, khususnya di jalan-jalan poros dan jalan lingkungan yang diprioritaskan di lokasi rawan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan tidak semua pohon akan diperlakukan sama. Sebelum dilakukan tindakan, DLHK akan melakukan asesmen untuk menentukan apakah pohon cukup dipangkas atau harus ditebang.

“Untuk pemotongan atau pemangkasan itu terlebih dahulu harus dilakukan asesmen oleh DLHK karena tidak semua pohon mendapatkan perlakuan yang sama,” katanya.

Adapun sejumlah titik rawan yang menjadi prioritas pemangkasan meliputi wilayah Kelurahan Kendari dan Kendari Barat, dan Kecamatan Puuwatu di jalan poros utama. Kemudian di Jalan Budi Utomo, Jalan Saosao, serta Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Kadia.

Selain potensi banjir dan tanah longsor, BPBD juga mengingatkan warga untuk mewaspadai angin kencang yang dapat menyebabkan kerusakan rumah hingga pohon tumbang.

Cornelius mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi cuaca yang rutin disebarluaskan BPBD melalui grup WhatsApp kecamatan dan kelurahan.

“Masyarakat bisa terus meng-update informasi cuaca agar tingkat kewaspadaan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga agar segera melaporkan kondisi darurat yang mengancam keselamatan melalui layanan darurat 112.

“Apa pun itu, mau bencana, kesehatan, atau urusan lain yang menyangkut keselamatan warga, silakan menghubungi 112. Kami akan segera merespons laporan masyarakat,” tegas Cornelius.

Post Views: 95

Read Entire Article
Rapat | | | |