Demo Dugaan Korupsi Dana BOS SMPN 3 Wangiwangi Selatan Menghilang, Kepsek Bantah Tudingan Suap

5 hours ago 4

Wakatobi – Aksi demontrasi yang disinyalir akan dilakukan Aliansi Masyarakat Wakatobi Bersatu terkait dugaan penyalahgunaan biaya operasional sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Wangiwangi Selatan pada Jumat (24/4/2026) nyatanya tidak pernah terlihat hingga saat ini.

Dalam pamflet yang beredar di media sosial Facebook, terdapat dua tuntutan utama yang akan diserukan. Pertama, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi untuk secepatnya melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan dana BOS oleh Kepala SMPN 3 Wangiwangi Selatan.

Kedua, mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi agar mengevaluasi dan melakukan pemecatan terhadap Kepala SMPN 3 Wangiwangi Selatan atas dugaan tersebut.

Pamflet aksi demonstrasi terkait dugaan penyalahgunaan dana BOS SMPN 3 Wangiwangi Selatan yang beredar di media sosial Facebook dan rencananya akan digelar pada Jumat (24/4/2026).Pamflet aksi demonstrasi terkait dugaan penyalahgunaan dana BOS SMPN 3 Wangiwangi Selatan yang beredar di media sosial Facebook dan rencananya akan digelar pada Jumat (24/4/2026). Foto: Istimewa.

Tidak adanya kejelasan terkait pelaksanaan aksi yang menyasar salah satu fasilitas pendidikan di Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), itu menimbulkan pertanyaan bagi warga mengenai apa penyebabnya.

Kepala SMPN 3 Wangiwangi Selatan, Anita, mengaku tidak ingin memberikan komentar apa pun terkait isu-isu yang beredar di tengah masyarakat terkait tidak terlihatnya aksi tersebut. Meski sempat enggan memberikan keterangan, ia kemudian mengeklaim tidak melakukan penyogokan.

“Saya tidak mau berkomentar, saya tidak menyogok. Yang jelas kami hanya melihat dari media itu saja terkait aksi itu. Tetapi kan aksi itu juga tidak terjadi. Kalau misalkan mau ada aksi susulan lagi, saya tidak bisa berkomentar,” ujarnya saat ditemui Kendariinfo di SMPN 3 Wangiwangi Selatan, Senin (15/6).

Sementara itu, terkait dugaan penyalahgunaan dana BOS yang tertuju pada dirinya, Anita hanya dapat berkomentar bahwa penggunaan dana BOS dalam masa jabatannya telah diperiksa tim Inspektorat Daerah Wakatobi dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menyebut tidak ada temuan dari hasil pemeriksaan.

“Tapi kalau untuk penggunaan dana BOS itu saya hanya bisa berkomentar bahwa kami sudah diperiksa pihak terkait, pihak berwenang dalam hal ini pihak Inspektorat, kemudian dari BPK juga sudah pernah. Hanya sebatas itu saja saya berikan keterangan. Saya tidak mau lagi berkomentar. Yang jelas tidak ada temuan,” pungkasnya.

Menanggapi persoalan serupa, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi, Reza Kharisma Wibowo, menegaskan pihak-pihak yang ingin mengadukan dugaan tindak pidana korupsi yang menyangkut uang negara dapat membuat laporan pengaduan ke Kejari Wakatobi.

Pihaknya menjamin identitas pelapor akan dirahasiakan. Laporan yang masuk ke ranah kejaksaan, dipastikan akan ditindaklanjuti. Reza turut mengapresiasi jika ada masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Kalau memang ada yang ingin membuat laporan terutama tindak pidana korupsi atau uang negara yang diselewengkan, datanglah ke kami. Orang yang akan mengadu kita rahasiakan identitasnya. Itu bentuk partisipasi masyarakat untuk memberantas korupsi,” tegas Reza saat ditemui Kendariinfo di Kejari Wakatobi, Senin (15/6).

Sebagai informasi, Kendariinfo sempat menghubungi seorang pemuda yang diduga sebagai Koordinator Lapangan Aksi pada Jumat (24/4) lalu, tapi hingga kini belum direspons sama sekali.

Post Views: 16

Read Entire Article
Rapat | | | |