Kendari – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026). Organisasi mahasiswa itu menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tekanan biaya hidup.
Ketua DEMA IAIN Kendari, Risdawati, mengatakan menaikkan harga BBM ketika kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih tidak tepat. Menurut dia, harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, biaya pendidikan makin tinggi, serta terbatasnya kesempatan kerja membuat masyarakat berada dalam situasi yang sulit.
“Kenaikan BBM menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap kondisi riil yang sedang dihadapi masyarakat,” kata Risdawati dalam pernyataan resminya.
Presiden mahasiswa IAIN Kendari itu menjelaskan BBM memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi karena berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan distribusi barang. Karena itu, kenaikan harga pertamax dikhawatirkan memicu meningkatnya berbagai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kelompok paling berpotensi merasakan dampak kebijakan tersebut adalah petani, nelayan, buruh, pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mahasiswa.
DEMA IAIN Kendari juga menilai alasan menjaga kesehatan fiskal negara tidak seharusnya dijadikan dasar untuk membebankan konsekuensi ekonomi kepada masyarakat. Pemerintah diminta mencari solusi melalui peningkatan penerimaan negara, penutupan kebocoran anggaran, pemberantasan korupsi, dan evaluasi belanja negara yang dinilai kurang produktif.
Risdawati menegaskan negara memiliki kewajiban untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, kebijakan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat harus mengutamakan kepentingan rakyat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya daya beli masyarakat, DEMA IAIN Kendari menilai pemerintah seharusnya fokus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memperkuat perlindungan sosial.
Dalam sikap resminya, DEMA IAIN Kendari menyatakan menolak kenaikan harga BBM yang berpotensi memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. DEMA IAIN Kendari juga mendesak pemerintah menjaga daya beli rakyat, mengevaluasi pengelolaan anggaran negara secara menyeluruh, serta menutup kebocoran fiskal tanpa membebankan dampaknya kepada masyarakat.
Selain itu, DEMA IAIN Kendari mengajak mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai elemen masyarakat untuk mengawal kebijakan publik yang dianggap berpotensi merugikan kepentingan rakyat.
“Bagi mahasiswa, persoalan kenaikan BBM bukan hanya harga energi, tetapi juga menyangkut keadilan sosial. Kami akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.
Post Views: 22

4 hours ago
2















































