Konawe – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe mengusulkan rehabilitasi SD Negeri Ulupohara, Desa Puundoho, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang belakangan menjadi sorotan publik akibat kondisi bangunannya yang rusak berat.
Plh. Kepala Dikbud Konawe, Ahmad Djauhari, mengatakan SD Negeri Ulupohara telah masuk dalam daftar usulan rehabilitasi bangunan fisik sekolah yang diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Sebanyak 105 satuan pendidikan SD dan SMP telah diusulkan, termasuk SD Negeri Ulupohara yang menjadi sasaran rehabilitasi,” katanya kepada awak media, Jumat (5/6/2026).
Kondisi ruang belajar SD Negeri Ulupohara di Desa Puundoho, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, yang mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan. Foto: Istimewa. (5/6/2026).Ia menjelaskan, program rehabilitasi sekolah dilakukan secara bertahap dan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saat ini sementara perencanaan, verifikasi, dan penandatanganan perjanjian kerja sama sekolah. Baru ada lima sekolah dasar, satu SMP, dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB),” ujarnya.
Lima sekolah dasar tersebut yakni SD Negeri 1 Arga Mulya Kecamatan Meluhu, SD Negeri Andepali Kecamatan Sampara, SD Negeri 2 Puosu Kecamatan Tongauna, SD Negeri 1 Sonai Kecamatan Puriala, dan SD Negeri Karya Bakti Kecamatan Wonggeduku.
Sementara itu, untuk jenjang SMP terdapat SMP Negeri 3 Tongauna di Kecamatan Tongauna Utara. Adapun satuan pendidikan nonformal yang telah berproses yakni SKB Unaaha.
Djauhari mengatakan sekolah-sekolah lain yang telah diusulkan masih menunggu keputusan dari kementerian berdasarkan data yang diinput melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masing-masing sekolah.
Menurut Djauhari, pihaknya telah melakukan survei langsung ke lokasi atas arahan kepala daerah untuk memastikan kondisi sekolah tersebut.
“Kami sudah survei atas perintah kepala daerah untuk memastikan kondisi fisik memang memprihatinkan dan harus cepat diberikan bantuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengirim surat kepada Kemendikdasmen guna mempercepat penanganan sekolah tersebut.
“Kami sudah buatkan surat. Mudah-mudahan hari Senin kita sampaikan untuk diakomodasi SD Ulupohara agar mempercepat bantuan,” tambahnya.
Bangunan SD Negeri Ulupohara sebagian besar terbuat dari papan dan tembok batako. Sejumlah bagian bangunan tampak rusak, bahkan ada yang tidak lagi memiliki penutup dinding.
Selain itu, papan tulis yang digunakan siswa terlihat sudah tidak layak pakai. Beberapa kursi belajar juga menggunakan kursi plastik dan bangku kayu sederhana.
Sebelumnya, kondisi SD Negeri Ulupohara sebelumnya viral di media sosial setelah memperlihatkan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Kondisi sekolah Dasar Negeri Ulupohara berlubang,” kata seorang wanita dalam video yang diunggah akun Facebook Jumrida Aripin, Rabu (13/5) lalu.
Post Views: 9

11 hours ago
10















































