Kendari – Delapan atlet tinju asal Sulawesi Tenggara (Sultra) akan tampil pada Kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang berlangsung di GOR Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 26 – 28 Juni 2026. Di tengah keterbatasan dukungan anggaran, para petinju muda itu tetap berangkat membawa target mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Kepala Pelatih Tinju Sultra sekaligus Ketua Rombongan, Dedi Mushari, mengatakan tim yang diberangkatkan terdiri atas atlet dari kategori school boys, youth, hingga elite.
Mereka adalah A. Dihas Ali Mozar Mushari yang turun di kelas youth 75 kilogram, Aleycal Ziqran Muhamed Tamrin kelas youth 71 kilogram, Ahmad Naufal Jibran kelas youth 51 kilogram, Ahmad Rafif Maulana Mushari kelas school boys 30 kilogram, Muhammad Farid Suhadi Djallah kelas elite 63,5 kilogram, Mursalim kelas elite 57 kilogram, Muhammad Rizky Yamin kelas elite 54 kilogram, serta Marselinus Agung Ehot kelas elite 51 kilogram.
Menurut Dedi, seluruh atlet menjalani pemusatan latihan selama satu bulan di Camp 19DTT, Kendari. Program latihan dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Sementara atlet yang memiliki jadwal kuliah menjalani sesi latihan malam atau berlatih secara mandiri.
“Kami mempersiapkan mereka selama sebulan penuh. Latihan dilakukan secara intensif agar atlet siap menghadapi persaingan di Surabaya,” katanya kepada Kendariinfo, Kamis (25/6).
Meski berangkat tanpa dukungan anggaran khusus, Dedi menegaskan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet. Ia mengaku timnya sudah terbiasa mengikuti berbagai kejuaraan dengan mengandalkan dukungan dari pembina dan pihak yang peduli terhadap pembinaan olahraga.
Untuk kebutuhan keberangkatan dan mengikuti turnamen, tim membutuhkan biaya lebih dari Rp50 juta. Selain biaya perjalanan, setiap atlet juga dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu. Adapun konsumsi dan akomodasi selama kejuaraan tidak ditanggung panitia.
Dedi menyebut sebagian besar atlet mengalami kesulitan pendanaan. Namun sejumlah orang tua turut membantu sesuai kemampuan masing-masing. Tim juga memperoleh dukungan dari pembina serta pihak swasta, yakni Kang Parmin dan Matacon Group.
“Hampir semua atlet mengalami keterbatasan biaya. Tetapi semangat mereka sangat besar untuk bisa tampil dan bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Perjalanan menuju Surabaya juga tidak mudah. Rombongan memilih menempuh jalur darat dan laut dari Kendari untuk menekan biaya keberangkatan.
Di balik keterbatasan tersebut, tim Sultra tetap memasang target meraih hasil terbaik. Dedi optimistis sejumlah atlet mampu bersaing karena telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional maupun regional.
Salah satunya A. Dihas Ali Mozar Mushari yang pernah tampil pada berbagai kejuaraan nasional dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta. Sementara Marselinus Agung Ehot pernah berlaga pada Pra-Popnas Zona IV Sultra tahun 2024.
Atlet termuda dalam tim, Ahmad Rafif Maulana Mushari, juga telah mengoleksi pengalaman bertanding melalui ajang eksibisi Pra-Popnas Zona IV Sultra, South Sulawesi Championship 2025 di Toraja Utara, serta Piala Wali Kota Makassar 2026.
“Beberapa atlet sudah punya jam terbang yang cukup baik. Yang belum pernah mengikuti kejuaraan nasional juga sudah menunjukkan kesiapan dan kematangan untuk bertanding,” lanjut Dedi.
Ia menambahkan motivasi terbesar para atlet adalah kesempatan mengembangkan bakat sekaligus membuktikan bahwa generasi muda Sultra mampu bersaing di dunia olahraga.
Dedi berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan tinju, terutama penyediaan fasilitas latihan yang layak bagi atlet.
“Tempat latihan kami masih sangat terbatas. Atlet membutuhkan fasilitas yang lebih baik agar pembinaan bisa berjalan maksimal. Perjuangan atlet tidak mudah karena membutuhkan kerja keras, pengorbanan, dan komitmen untuk membawa nama baik daerah,” tutupnya.
Post Views: 20

12 hours ago
10
















































