Kendari – Kota Kendari menjadi pusat pertemuan para kepala daerah dari 17 kota di Indonesia Timur dalam Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI yang digelar di Claro Hotel Kendari, Rabu (3/6/2026).
Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang juga menjabat Ketua APEKSI Komwil VI, untuk mencanangkan tiga langkah strategis yang akan menjadi fokus organisasi pada 2026.
Ketiga langkah tersebut meliputi respons terhadap isu-isu strategis nasional, penguatan dukungan pembiayaan organisasi, serta memperkuat eksistensi APEKSI Komwil VI melalui berbagai program yang terstruktur dan mandiri.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua saat memukul gong sebagai tanda dimulainya Raker APEKSI Komwil VI di Claro Hotel Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/kendariinfo. (3/6/2026).“Pada tahun 2026 ini, kami menetapkan tiga langkah strategis. Pertama, responsif terhadap berbagai isu strategis nasional, salah satunya percepatan layanan publik berbasis digital. Kedua, memastikan dukungan pembiayaan bagi setiap kegiatan Komwil VI. Ketiga, memperkuat eksistensi Komwil VI melalui berbagai aktivitas yang terstruktur dan mandiri,” kata Siska saat membuka rapat kerja.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar kota-kota di kawasan timur dapat menjawab tantangan pembangunan yang terus berkembang sekaligus memperkuat posisi daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Siska menegaskan, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan selama setahun terakhir.
Dari hasil evaluasi itu, lanjut dia, para anggota APEKSI Komwil VI dapat menyusun arah kebijakan yang lebih tepat guna menjawab kebutuhan pemerintah kota di kawasan Indonesia Timur.
Para peserta Raker APEKSI Komwil VI di Claro Hotel Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/kendariinfo. (3/6/2026).“Forum ini memberikan kesempatan bagi kita semua untuk melakukan evaluasi secara mendasar terhadap kinerja organisasi dalam kurun waktu yang telah berlalu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, APEKSI Komwil VI saat ini menaungi 17 kota yang tersebar di wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Karena itu, kolaborasi antardaerah dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Melalui tema Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur dengan subtema Penanganan dan Pengolahan Sampah Berbasis Partisipasi, Siska mengajak seluruh anggota untuk memperkuat kerja sama demi mendorong kemajuan kawasan timur secara merata.
Para peserta Raker APEKSI Komwil VI di Claro Hotel Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/kendariinfo. (3/6/2026).“Kami berharap tidak ada lagi kota-kota di Indonesia Timur yang tertinggal sehingga seluruh daerah dapat berkembang secara merata dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Siska juga menyinggung enam kebijakan pokok APEKSI Komwil VI yang telah disepakati dalam Musyawarah Komisariat Wilayah X di Makassar tahun lalu. Enam kebijakan tersebut mencakup penguatan advokasi dan regulasi, peningkatan informasi dan komunikasi, peningkatan kapasitas pemerintah kota, pengembangan kerja sama antardaerah, penguatan kemitraan dengan berbagai lembaga, serta konsolidasi organisasi.
Meski sejumlah program belum terlaksana secara maksimal akibat keterbatasan anggaran dan kemampuan fiskal sejumlah daerah, ia menilai berbagai upaya yang dilakukan selama satu tahun terakhir tetap menghasilkan kemajuan yang akan dilaporkan kepada seluruh anggota.
Sebagai ketua yang telah memimpin organisasi tersebut selama satu tahun terakhir, Siska juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota apabila masih terdapat program yang belum berjalan optimal.
Raker APEKSI Komwil VI tahun 2026 di Kendari dihadiri perwakilan dari 17 kota anggota yang tersebar di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Forum tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota sekaligus mempercepat pembangunan kawasan Indonesia Timur.
Post Views: 14

1 day ago
12















































