Kendari – Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus bergerak. Sebagian rumah penerima bantuan bahkan telah memasuki tahap pembangunan fisik, sementara pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung pada November 2026.
Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sultra, Muh. Irsan Basalamah, mengatakan hingga saat ini sebanyak 8.722 unit rumah telah memperoleh instruksi verifikasi dari pemerintah pusat dan dipastikan masuk ke tahapan pelaksanaan program.
“Yang sudah keluar instruksi verifikasinya sebanyak 8.722 unit. Prosesnya bertahap dan saat ini sudah sampai instruksi verifikasi atau inver 9,” kata Irsan kepada Kendariinfo, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, progres pelaksanaan BSPS berbeda-beda pada setiap tahapan. Untuk inver 1 hingga inver 4, sebagian rumah sudah memasuki tahap pembangunan fisik dengan capaian antara 30 persen hingga 70 persen.
Sementara itu, penerima bantuan pada inver 4 sampai inver 6 masih menjalani proses penyusunan proposal. Adapun inver 7 hingga inver 9 saat ini masih dalam tahap verifikasi lapangan guna memastikan kelayakan calon penerima bantuan.
Menurut Irsan, tidak semua rumah yang masuk dalam daftar awal langsung dikerjakan karena masih ada kemungkinan calon penerima dinyatakan tidak memenuhi syarat dan akan dimundurkan ke inver di atasnya.
“Yang dikerjakan terlebih dahulu adalah rumah yang sudah dinyatakan lolos verifikasi. Jadi ada yang sudah dibangun, ada yang masih melengkapi proposal, dan ada juga yang masih diverifikasi di lapangan,” ujarnya.
Kuota 8.722 unit yang telah masuk tahap pelaksanaan itu merupakan bagian dari 8.973 unit atau kini telah bertambah menjadi 10 ribu unit alokasi indikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Pemerintah menargetkan seluruh pelaksanaan program BSPS dapat diselesaikan pada November 2026. Namun, batas akhir penyelesaian pekerjaan ditetapkan paling lambat pada 31 Desember 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Swadaya, Rumah Umum dan Kawasan Permukiman, Lili Damayanto, mengatakan pelaksanaan program juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, salah satunya kenaikan harga material bangunan.
Menurut dia, harga besi, rangka atap, dan beberapa bahan bangunan lainnya mengalami peningkatan yang dipengaruhi kenaikan biaya bahan bakar.
“Kondisi itu ikut berdampak pada harga material yang digunakan dalam pembangunan rumah penerima BSPS,” katanya.
Lili menambahkan, sebaran penerima bantuan di Sultra banyak berada di wilayah pesisir, seperti Kabupaten Kolaka, Muna, Konawe Selatan (Konsel), Muna Barat (Mubar), dan Kota Kendari. Bahkan, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sultra tercatat sebagai wilayah dengan alokasi BSPS terbesar di kawasan Indonesia timur.
Menteri PKP Tinjau RTLH Kendari, Kuota BSPS Sultra Naik Jadi 8.973 Unit Tahun Ini
Post Views: 22

7 hours ago
8















































