Pemkot Kendari Buka Peluang Kerja ke Luar Negeri, Lulusan SMA hingga Sarjana Jadi Sasaran

1 day ago 14

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai melirik pasar kerja internasional sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran. Melalui kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra), peluang kerja di berbagai negara kini dibuka bagi lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.

Langkah tersebut menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman dan Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar di Kantor Wali Kota Kendari, Kamis (11/6/2026).

Pemkot Kendari menilai penempatan tenaga kerja ke luar negeri dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan di daerah. Program itu juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengalaman kerja dan pelatihan kompetensi yang diberikan sebelum keberangkatan.

Sudirman mengatakan masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap pekerjaan di luar negeri. Menurut dia, tenaga kerja yang dikirim melalui jalur resmi bukan sekadar pekerja migran, melainkan tenaga kerja terampil yang memiliki kemampuan dan sertifikasi sesuai kebutuhan pasar global.

“Program ini menjadi bagian dari agenda kerja pemerintah pada 2026. Masyarakat harus memahami bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya pekerjaan informal seperti anggapan selama ini, tetapi juga kesempatan menjadi tenaga profesional dengan pengalaman internasional,” kata Sudirman.

Ia menjelaskan peserta program akan memperoleh pembekalan dan pelatihan sesuai bidang yang diminati sehingga memiliki daya saing saat bekerja di negara tujuan. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi modal ketika kembali ke Indonesia.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Pemkot Kendari berencana menggencarkan sosialisasi melalui berbagai media. Informasi peluang kerja luar negeri akan disampaikan melalui media sosial, kegiatan di tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga di agenda car free day (CFD).

Menurut Sudirman, strategi penyebaran informasi harus dilakukan secara langsung maupun digital agar dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat.

Sementara itu, Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar mengungkapkan program tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang mendukung program SMK Go Global.

Pemerintah pusat menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja Indonesia ke berbagai negara secara bertahap hingga 2029. Khusus tahun 2026, target penempatan mencapai sekitar 40 ribu orang.

Askar menjelaskan program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran tenaga kerja, tetapi juga peningkatan kualitas calon pekerja melalui pelatihan kompetensi dan penguasaan bahasa asing.

“Banyak masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, tetapi terkendala kemampuan dan biaya pelatihan. Karena itu pemerintah hadir memberikan pelatihan agar mereka siap bersaing di pasar kerja internasional,” jelas Askar.

Meski peluang kerja cukup besar, minat masyarakat Sultra masih tergolong rendah. Berdasarkan pendataan yang dilakukan sejak akhir 2025 hingga Mei 2026, jumlah warga yang menyatakan minat bekerja ke luar negeri baru mencapai 227 orang.

Menurut Askar, angka tersebut belum sebanding dengan potensi tenaga kerja yang dimiliki Sultra, terutama lulusan SMA dan SMK yang belum terserap dunia kerja. Hal itu mendorong BP3MI Sultra melakukan pemetaan minat calon pekerja sebelum menentukan negara tujuan dan jenis pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Setelah minat masyarakat dipetakan, kami menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan dan memberikan pelatihan yang relevan,” tegasnya.

Peluang kerja yang tersedia mencakup berbagai sektor, perhotelan, konstruksi, perkebunan, manufaktur, hingga jasa. Penempatan pekerja nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

Post Views: 12

Read Entire Article
Rapat | | | |