BPTD Gandeng Guru PAUD dan TK di Baubau, Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

1 day ago 15

Baubau – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud) yang digelar di Kota Baubau, Kamis (11/6/2026).

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 44 tenaga pendidik PAUD dan TK dari Kota Baubau, empat peserta dari Kabupaten Buton, serta perwakilan dari Kabupaten Muna.

Kegiatan itu dihadiri Founder Salud Direktorat Sarana Kementerian Perhubungan, Erlina Idriasari, dan Kepala BPTD Kelas II Sul tra, Husni Mubarak.

Kepala BPTD Sultra, Husni Mubarak, mengatakan program Salud difokuskan untuk membangun kesadaran keselamatan transportasi sejak usia dini melalui peran para guru.

Menurutnya, peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir menjadi alasan pentingnya edukasi keselamatan diberikan sejak anak-anak masih berada di bangku PAUD dan TK.

“Ini menjadi perhatian bersama. Karena itu, kompetensi dan kreativitas tenaga pendidik perlu diperkuat agar mampu menyampaikan edukasi keselamatan lalu lintas kepada anak-anak secara efektif,” kata Husni.

Ia menjelaskan kebiasaan tertib berlalu lintas yang ditanamkan sejak kecil diharapkan dapat terus terbawa hingga dewasa dan berkembang menjadi budaya keselamatan di tengah masyarakat.

“Pada akhirnya akan tumbuh kepedulian bersama terhadap keselamatan transportasi jalan,” ujarnya.

Founder Salud Direktorat Sarana Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Erlina Idriasari, menilai kesadaran terhadap aturan dan keselamatan berlalu lintas harus dibangun sejak usia dini karena anak-anak merupakan generasi yang akan menentukan wajah keselamatan transportasi di masa depan.

Menurut Erlina, guru memiliki posisi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai keselamatan kepada peserta didik. Karena itu, materi dalam bimtek dirancang dengan metode yang mudah dipahami dan dapat diterapkan langsung di ruang belajar.

Peserta mendapatkan berbagai materi praktis, mulai dari tata cara menyeberang di zebra cross, pengenalan rambu lalu lintas, penggunaan helm, hingga perlengkapan keselamatan saat berada di jalan raya.

“Kami berharap program ini dapat terus diperluas sehingga makin banyak anak usia dini di Sultra yang mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas,” harap Erlina..

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Baubau, Abdul Rahman.

Ia menegaskan keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurutnya, pendidikan keselamatan tidak perlu menunggu anak memasuki usia remaja atau dewasa karena masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan.

“Kesadaran harus dibangun sejak dini ketika karakter anak sedang berkembang. Karena itu, peran guru PAUD dan TK sangat penting dalam menanamkan pemahaman dasar tentang keselamatan berlalu lintas,” tegas Rahman.

Ia menambahkan, program Salud yang digelar BPTD Kelas II Sultra menjadi langkah jangka panjang untuk mencetak generasi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab saat menggunakan jalan di masa mendatang.

Post Views: 41

Read Entire Article
Rapat | | | |